Melalui Insentif Fiskal, Pemerintah Siapkan Rp750 Miliar Untuk Penghapusan Kemiskinan Esktrem

AKURAT.CO Pemerintah menyoroti pengentasan penduduk miskin di wilayah pedesaan cenderung tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan.
Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin mengatakan, penyerahan insentif fiskal ini diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Total insentif fiskal yang diberikan pemerintah sebesar Rp750 miliar sebagai bentuk penghargaan untuk kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem tahun berjalan 2023.
Lebih rinci, terdapat 7 provinsi yang mendapatkan insentif fiskal untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, seperti Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Banten serta kepada 18 kabupaten/kota.
Baca Juga: 10 Tanda Pria Mencintai Wanita Meski Dia Tidak Mengatakannya
Sementara, pemberian insentif fiskal ini diberikan berdasarkan penilaian dan kinerja daerah, kepatuhan dalam verifikasi data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) dan pelaporan pelaksanaan Upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, serta alokasi dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bersifat langsung maupun penunjang.
Kemudian Wapres mengungkapkan bahwa target penurunan kemiskinan nasional saat ini belum tercapai.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan nasional per Maret 2023 mencapai 9,36 persen sedangkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah 6,5 persen hingga 7,5 persen.
“Saya rasa perlu pendekatan kebijakan khusus melalui berbagai program di kementerian atau lembaga dan pemda. Lakukan refokusing anggaran 2024 agar lebih berpihak pada wilayah perdesaan,” kata Wapres Ma’ruf Amin yang dipantau secara daring pada, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Lebih Tinggi Mana Kandungan Nutrisi Susu UHT VS Fresh Milk? Simak Cara Simpannya!
Wapres juga menekankan, dalam penurunan kemiskinan ekstrem dapat dilakukan dengan 3 hal, pertama dengan memaksimalkan dana insentif untuk memperkuat strategi penghapusan kemiskinan ekstrem.
Kedua, memastikan target penerima program kemiskinan ekstrim menggunakan data P3KE agar lebih tepat sasaran dalam intervensinya.
Dan yang ketiga, mengintensifkan sinergi dan kolaborasi antar lembaga, pemda, kementerian, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri di sektor potensial.
“Sebagai apresiasi, pemerintah memberikan penghargaan berupa insentif fiskal kepada Pemda yang berkomitmen dan berkinerja baik dalam penghapusan kemiskinan ekstrem,” ungkap Wapres.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







