Jelang Nataru, Zulhas Sebut Harga Bapok Cenderung Turun

AKURAT.CO Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebut harga kebutuhan bahan pokok (bapok) stabil menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dia menyebutkan bahkan harga-harga bapok saat ini cenderung turun.
“Terutama menjelang natal dan tahun baru alhamdulillah harga-harga stabil cenderung turun,” kata Zulhas di acara peresmian Pasar Tanah Baru dan Pasar Pamoyanan, Kota Bogor, Rabu (29/11/2023).
Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim, dan jajaran Kementerian Perdagangan serta Pemkot Bogor.
Baca Juga: Hadiri Raker Di DPR, Mendag Zulhas Pastikan Harga Bapok Masih Terjangkau Untuk Masyarakat
Zulhas yang juga Ketua Umum PAN ini mengatakan menjaga stabilitas harga bapok menjelang Nataru merupakan fokus utama pemerintah saat ini. Pasalnya, kebutuhan bapok cenderung meningkat menjelang Nataru.
“Jadi kita fokus, karena ini menjelang Nataru, Menteri Perdagangan, wali kota, walaupun pimpinan partai politik tetap mengutamakan perhatiannya, fokusnya kepada kepentingan masyarakat banyak,” tuturnya.
Untuk harga, dia menjelaskan sejumlah harga bapok cenderung masih diharga normal.
“Cabai yang Rp 100 ribu sudah rata-rata Rp 65-70 ribu, telur tadi Rp 26 ribu, ayam Rp 32-35 ribu, bawang putih dari Rp 40 ribu sekarang Rp 32-33 ribu, beras yang masih harganya tidak naik tapi belum turun. Tapi kalau mau murah ada beras Bulog yang Rp 11 ribu,” jelasnya.
Terkait peresmian pasar, Bima Arya menyambut baik dukungan Kemendag. Menurutnya, dukungan tersebut mampu mendorong terciptakan pusat perekonomian baru dan mempercantik tata ruang Kota Bogor.
“Ya, ini ikhtiar pemerintah kota mengurangi kemacetan, dan kekusutan di pusat kota. Terima kasih Pak Menteri, ini kan anggarannya tidak besar, tapi Pak Menteri berkenan hadir di sini luar biasa karena memotivasi para pedagang yang sekarang mulai berjualan di sini. Insyaallah akan berdampak bagi perekonomian, pemberdayaan ekonomi dan juga mengurangi kekusutan di pusat kota,” tutup Bima Arya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










