Akurat
Pemprov Sumsel

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Upland Project Kementan Ekspor Bawang Goreng

Arief Rachman | 13 Desember 2023, 16:31 WIB
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Upland Project Kementan Ekspor Bawang Goreng

AKURAT.CO Program Development of Integrated Farming System in Upland Area (Upland Project) Kementerian Pertanian terus menggencarkan ekspor komoditas pangan yang telah diolah.

Ekspor komoditas pangan yang telah diproduksi dapat memberikan nilai ekonomi lebih terhadap hasil pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan iklim.

Beragam komoditas yang rentan terhadap inflasi, harus diberi perhatian khusus. Pengolahan pasca panen seperti bawang goreng ini memberikan nilai lebih terhadap hasil pangan.

“Dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Penting bagi kita untuk terus berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis agar tidak terjadi pergolakan harga dan stok di pasaran,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Rabu (13/12/2023).

Baca Juga: Nurdin Halid Diduga Terlibat Urus Perkara di MA Lewat Gazalba Saleh

Pengelola Program Upland Kementan Farakka Sari mengatakan, sebanyak enam ribu bungkus produk bawang goreng milik para petani binaan Upland Project di Kabupaten Sumenep dilepas untuk dikirim ke negeri kincir angin Belanda.

Ekspor perdana bawang goreng diharapkan menjadi pintu awal untuk peningkatan kesejahteraan kepada petani.

Bawang goreng produk kelompok tani yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pertama Indah Rubaru (PIR) itu telah dikontrak mencapai USD400 ribu oleh PT Ben Helen Trading Belanda dengan jangka waktu lima terhitung tahun 2023-2028.

Dia berharap Program Upland Project Kementerian pertanian bertujuan untuk meningkatkan kegiatan pertanian di dataran tinggi agar lebih komprehensif, mulai dari pengembangan hortikultura, dan tanaman pangan.

"Melalui Upland Project dapat memberikan dampak positif seperti mampu swasembada bawang," katanya.

Baca Juga: Final BWF: Pasangan Jepang di Bawah Tekanan, Apriyani-Fadia Rebut Pertandingan Pembuka

Dalam upaya mendorong hal itu, Kementerian Pertanian memberikan bantuan infrastruktur lahan, irigasi bahkan jalan usaha tani, embung pompa. Semua itu dalam rangka mendorong peningkatan produksi.

"Kegiatan Upland bertujuan pula untuk keberlanjutan usaha agribisnis bawang harus didukung dengan adanya kelembagaan yang baik," terangnya.

Tahun 2021 Kabupaten Sumenep terus berusaha meningkatkan produktivitas bawang merah. Luas area tanam sejak adanya kegiatan Upland meningkat signifikan.

Padahal awalnya pada 2020, hanya 701 hektare dengan produktivitas mencapai 7,02 ton per hektare menjadi 1.198 hektare pada tahun 2022 dengan produktivitas per hektare juga meningkat menjadi 7,36 ton per hektare.

Saat ini tidak hanya pasar internasional yang telah menjalin kerja sama dengan Korporasi Petani Rubaru, beberapa perusahaan nasional juga telah menjalin kerjasama antara lain PT Eden Pangan Indonesia

Dalam launching pengiriman ekspor ke Belanda hadir Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyampaikan terima kasih kepada Upland Project Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian RI (Kementan) yang telah aktif mendorong pertanian lebih baik dengan meningkatkan produktivitas dan pendapatan para petani.

Dia menilai, Upland Project telah berhasil menerapkan sistem pertanian terpadu yang menyeleraskan antara sektor hulu (on farm) dan pascapanen (off farm) yang terintegrasi.

Baca Juga: Begini Cara Membuat Stiker WhatsApp di iPhone, Anti Ribet Tanpa Aplikasi

Selain produksi Upland juga telah memastikan petani bisa mendapatkan hasil penjualan yang terbaik, sehingga akan meningkat pendapatannya.

Melalui Upland Project, Kementerian Pertanian telah memberikan ruang harapan baik kepada petani. Bawang merah merupakan salah satu dari berbagai hasil bumi yang diharapkan dapat menjadi salah satu proyek percontohan produk pertanian hingga dapat ekspor.

"Ini menjadi proyek percontohan. Keunggulan bawang merah Rubaru toleran Fusarium sp dan spodoptera exigua, mampu beradaptasi diketinggian 10-500 meter," katanya.

Ekspor perdana bawang goreng merupakan pintu awal untuk memberikan peningkatan kesejahteraan kepada petani.

Baca Juga: Pimpinan Danamon dan Adira Finance Sabet Penghargaan Top 100 CEO dan Bankers of The Year 2023

Fauzi berharap para petani dapat menjaga semangat agar produksi dan kualitas bawang merah dapat tetap terjaga sehingga memenuhi kebutuhan ekspor yang dibutuhkan.

"Ruang ini merupakan pintu awal kita dalam memberikan kesejahteraan masyarakat petani, sehingga kita harus konsen terhadap kualitas produk dan kemasan yang di jadikan produc knowledge," kata Fauzi.

Dengan beredarnya bawang goreng di pasar di Belanda diharapkan dapat membuka pintu untuk kerja sama dengan negara lain seperti Belgia, Inggris, dan yang lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.