Akurat
Pemprov Sumsel

Menteri Investasi Jokowi Lebih Sibuk Urusi Debat Capres Ketimbang Isu IKN, Vale dan Rempang

M. Rahman | 9 Januari 2024, 19:23 WIB
Menteri Investasi Jokowi Lebih Sibuk Urusi Debat Capres Ketimbang Isu IKN, Vale dan Rempang

AKURAT.CO Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia hari ini melontarkan komentar menarik soal debat capres ketiga baru-baru ini. 

Menurut Bahlil, capres nomor urut 1 Anies Baswedan bak merasa paling mengerti soal etik saat debat capres yang lalu. Ia menyayangkan hal tersebut lantaran Anies merupakan seniornya di Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI.

"Sedih juga sih saya sebagai juniornya dia. Mas Anies itu kan senior saya. Tapi melihat standar etikanya seperti itu. Yang bersangkutan etikanya tahu sendiri. Jadi jangan merasa terlalu pintar juga soal etika ya kita lihat juga lah modelnya begitu," ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga: Tampik Istimewakan Gibran, Bahlil Janji Kasih Data ke Semua Capres-Cawapres Sesuai Perintah Jokowi

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan komentar Bahlil tersebut dalam konteks proses demokrasi di Indonesia. Pasalnya, Bahlil juga tak terdaftar di TPN capres nomor urut 2 meski beberapa kali menunjukkan sikap keberpihakannya kepada capres nomor urut 2.

Yang menjadi soal, Bahlil berkomentar di saat sejumlah permasalahan investasi di Indonesia masih belum teruraikan. Misalnya saja investasi swasta yang masuk di IKN yang belum atau masih jauh dari target.

Seperti diketahui, investasi di proyek yang digadang bakal jadi pesan atau penggerak pemerataan pembangunan Indonesia ini hingga kini baru mengamankan komitmen investasi sebesar Rp41,4 triliun, berdasarkan catatan Otorita IKN atau OIKN. Padahal, targetnya paling tidak terkumpul sampai sebesar Rp100 triliun di tahun 2024 ini.

Presiden Jokowi sendiri sebelumnya bilang pembangunan IKN membutuhkan investasi minimal Rp466 triliun. Dari total kebutuhan investasi tersebut, APBN hanya dapat memenuhi 20% saja atau sisanya Rp372,8 triliun harus dipenuhi dari investasi swasta ataupun kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU).

Di sisi lain, divestasi saham 14% PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke Indonesia melalui holding industri pertambangan MIND ID juga tak kunjung tuntas. Berbagai kendala menyelimuti aksi korporasi tersebut, mulai dari belum ada titik temu harga hingga potensi pemangkasan lahan jika rezim perizinan berubah dari KK menjadi IUPK.

Saham INCO saat ini mayoritas masih dikempit oleh Vale Canada Limited (VCL) dengan komposisi 43,79% saham, disusul MIND ID 20%, Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) sebesar 15,03% dan masyarakat 21,18%. 

Terakhir, isu tindakan represif terhadap masyarakat adat Rempang. Diketahui mulai tanggal 8 September 2023 hingga 3 Januari 2024, sebanyak 387 Kepala Keluarga (KK) terdampak Rempang Eco City mendaftarkan diri untuk direlokasi ke kawasan Tanjung Banon.

Namun masih ada 583 KK lainnya yang tercatat masih melakukan konsultasi terkait hak-hak yang akan mereka dapatkan dan 94 KK yang telah menempati hunian sementara. BP Batam menyebutkan nantinya mereka akan dibuatkan rumah contoh dengan tipe 45 dengan luas maksimal lahan 500 m2. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa