Peringkat SGDs RI Masih Kalah dari 3 Negara Tetangga, Indef Nantikan Gagasan Cawapres

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mecatat peringkat atau skor pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia masih di bawah tiga negara tetangga di ASEAN.
Mengutip sustainable development report 2023 oleh SDG Transformation Center, inisiatif terbaru UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) yang dikepalai Profesor Jeffrey Sachs, didapati skor SDGs Indonesia sebesar 70,2 (dari skala 1-100) dari 17 tujuan SDG yang dinilai, menempatkan RI di peringkat 75 dari total 166 negara anggota UN yang dinilai.
Head of Center Food, Energy and Sustainable Development Indef, Abra P.G. Talattov mengatakan peringkat tersebut ditentukan oleh komitmen negara melakukan SDGs yang memiliki 221 indikator.
Baca Juga: SDG Bond Indonesia Dibidik Mampu Permulus Indonesia Capai SDGs
Dari total indikator tersebut, Indonesia telah menyelesaikan 133 indikator atau setara 60%. Kemudian menyelesaikan sebagian 36 indikator lainnya atau setara 16% yang masih berada di bawah target.
"Disusul 52 indikator atau setara 24 persen yang masih perlu perhatian khusus. Ini perlu kita tagih dan kesadaran komitmen masing-masing kandidat," ujar Abra dikutip Sabtu (20/1/2024).
Ditambahkan, peringkat tersebut masih di bawah 3 negara ASEAN lain yakni Thailand di peringkat 43 dengan skor 74,74, Vietnam di peringkat 55 dengan skor 73,32 dan Singapura di peringkat 64 dengan skor 71,78.
Dirinci, salah satu tantangan yang masih perlu perhatian khusus setelah imbas pandemi Covid-19 adalah kebutuhan pendanaan yang meningkat dari Rp67.000 triliun saat sebelum pandemi menjadi Rp122.000 triliun. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak dalam mengatasi kesenjangan pembiayaan untuk mencapai SDGs di Indonesia.
Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga dalam menutupi kesenjangan pembiayaan ini, sebagaimana yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor III Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Pada Pilar Pembangunan Sosial, sehingga perlu didorong melalui upaya percepatan agar kembali on-track sesuai target yang ditetapkan. Pandemi Covid-19 dan krisis global menimbulkan disrupsi capaian sejumlah target TPB/SDGs sehingga kebijakan inovatif harus menjadi prioritas. Salah satu tantangan terbesar adalah Tujuan 2 Tanpa Kemiskinan, tujuan yang terpengaruh Perang Ukraina dan Rusia serta embargo, kenaikan, dan inflasi sejumlah komoditas pangan.
Meski demikian, indeks SDGs Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2022, Indonesia berada di peringkat 82 dengan skor 69,2. Adapun pada 2021, Indonesia berada di peringkat 97 dengan skor 66,3.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










