Kemenparekraf Gandeng Tiket.com Perkuat Pengembangan Desa Wisata dan Festival Daerah

AKURAT.CO Tiket.com dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI terus bekerja sama untuk mewujudkan transformasi positif bagi industri pariwisata Indonesia.
Terbaru, kedua pihak telah merencanakan untuk melanjutkan rangkaian program inovatif untuk memperkuat perjalanan wisatawan, khususnya dengan mendorong pergerakan perjalanan dalam negeri, memperluas penetrasi desa wisata melalui platform digital, dan mengangkat keunikan festival daerah.
Tahun 2023 telah menjadi momentum penting dalam kolaborasi ini, dengan kesuksesan berbagai program kolaboratif seperti Jagoan Pariwisata, Industry Outlook, dan berbagai upaya promosi yang telah mendukung pertumbuhan pariwisata domestik.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan RI ke Korsel Melonjak 86 Persen, Simak Tips Itenerary Anti Gagal dari Tiket.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dari kesuksesan tersebut, tiket.com dan Kemenparekraf RI bersama-sama melanjutkan program inovasi dan menginspirasi di tahun 2024.
"Saya mengapresiasi tiket.com sudah berkomitmen menjadi mitra kita dalam pengembangan pariwisata dan terbukti dengan lahirnya moonshot program Jagoan Pariwisata sejak tahun 2022 dengan Kedeputian Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, serta berbagai program kolaborasi dengan Direktorat Pemasaran Pariwisata Nusantara melalui program kode BBWI," ujarnya dalam keterangan tertulis, Juat (16/2/2024).
Ditambahkan, terdapat juga tourism industry outlook yang berkolaborasi dengan Pusdatin Kemenparekraf RI, sebagai bagian dari kolaborasi bersama karena ia percaya there’s no great policy without good data.
"Semua data itu menjadikan kita lebih robust dalam menciptakan policy. Sekali lagi, kita sangat membutuhkan tiket.com apalagi di tahun-tahun yang menjadi titik terpenting dari kebangkitan kita," imbuhnya.
Senada, Co-Founder & Chief Marketing Officer, Gaery Undarsa menyampaikan semangatnya untuk terus melanjutkan kolaborasi bersama Kemenparekraf di 2024,“Sebagai mitra strategis dari Kemenparekraf, tiket.com akan terus melanjutkan sinergi yang telah dilakukan tahun sebelumnya.
"Dengan fokus mendorong akses digital untuk desa wisata, mempromosikan keunikan budaya dan festival daerah, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan perekonomian nasional," ujar Gaery.
Diketahui, tiket.com menjadi salah satu pionir online travel agent (OTA) di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2011. Pada tahun 2017, tiket.com berafiliasi atau diakuisisi GDP Venture yang merupakan entitas Grup Djarum lewat Blibli dan pada tahun 2021 menjadi anak perusahaan terkonsolidasi dari Blibli.
Blibli memiliki unified omnichannel ecosystem yang disebut sebagai Blibli Tiket terdiri dari entitas anak, tiket.com dan Ranch Market, untuk menegaskan sinergi ekosistem yang memberikan kemudahan serta nilai tambah bagi pelanggan. Blibi kemudian melantai di bursa pada 2022 dengan kode emiten BELI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









