Akurat
Pemprov Sumsel

IHSG Ditutup Melemah 1,61 Persen ke 7.117.4 Ditekan Saham 4 Bank Yang Memerah

M. Rahman | 2 Mei 2024, 17:29 WIB
IHSG Ditutup Melemah 1,61 Persen ke 7.117.4 Ditekan Saham 4 Bank Yang Memerah

AKURAT.CO Pasca libur hari Buruh 2024, IHSG mengalami penurunan yang cukup signifikan, turun 1,61% hari ini ke level 7.117,4, didorong oleh pelemahan empat bank dengan kapitalisasi pasar terbesar (BMRI turun 8,33%, BBRI turun 3,64%, BBCA turun 2,55% dan BBNI turun 8%).

Menilik riset Eastsring Investments, investor umumnya khawatir dengan kinerja kuartal I-2024 dari tiga bank BUMN yang dirilis dalam sepekan terakhir.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Baca Juga: Sesi I, IHSG Terjun 1,6 Persen ke 7.116

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat dipimpin sektor kesehatan yang naik 0,12%, diikuti sektor industri yang naik sebesar 0,11%.

Sedangkan sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun paling dalam, minus 2,78%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing minus 2,02% dan 1,75%.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TRGU, NASI, MSKY, OKAS dan MHKI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ATLA, ZINC, SMDR, MAPI dan BMRI.

Di pertemuan Bank Indonesia yang terakhir, Bank Indonesia juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25%, untuk menjaga kestabilan Rupiah yang secara bertahap terus melemah mendekati level terendah sejak 2020.

"Kenaikan suku bunga ini tidak direspon dengan baik oleh pasar obligasi domestik, dimana tingkat imbal hasil bertenor 10 tahun naik melampaui level psikologis 7 persen dan mendekati 7,2 persen di akhir bulan April 2024, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2023 dimana tingkat imbal hasil Treasury 10 Tahun sempat mencapai 5 persen," tulis riset tersebut.

Sementara itu, the FED memutuskan untuk mempertahankan suku bunga FFR di 5,25-5,5% di pertemuan kemarin. Chair Powell melihat tingkat suku bunga sekarang "cukup ketat" dan menampik kemungkinan kenaikan suku bunga.

Pasar melihat sikap ini sebagai dovish, dan cukup berbeda dengan pernyataan the FED di akhir tahun lalu, dimana Chair Powell mengatakan bahwa kemungkinan untuk menaikkan suku bunga masih ada. Selain itu, the FED juga mengumumkan keputusan untuk mengurangi batas 'quantitative tightening' dari USD60 miliar menjadi USD25 miliar per bulan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa