Menko Airlangga Harap Investasi Rp60 T Pabrik Lotte Chemical di Cilegon Rangsang Industri Lokal

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berharap investasi besar pembangunan pabrik petrokimia oleh Lotte Chemical di Cilegon bisa merangsang pertumbuhan industri lokal.
Investasi PT Lotte Chemical Indonesia mencakup proyek kompleks petrokimia hilir atau LOTTE Chemical Indonesia New Ethylene Project (LINE Project), yang berlokasi di Cilegon, Banten. Proyek ini melibatkan pembangunan naphtha cracker dengan nilai USD3,9 miliar setara Rp60 triliun.
"Pembangunan pabrik petrokimia hilir oleh PT Lotte Chemical ini merupakan salah satu bentuk investasi yang telah terealisasi nyata. Saya sangat mengapresiasi investasi ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam pertemuan dengan Chairman Lotte Chemical selama kunjungan kerja ke Republik Korea pada Senin (20/5/2024).
Baca Juga: Menperin Groundbreaking Komplek Petrokimia Lotte Chemical Indonesia
Kemudian, Menko Airlangga memberikan apresiasi terhadap realisasi investasi dan pembangunan kompleks pabrik petrokimia hilir oleh Lotte Chemical, yang diperkirakan akan menciptakan hingga 15.000 lapangan kerja selama masa konstruksi dan 1.300 lapangan kerja saat mulai beroperasi secara komersial. Pada kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke area pabrik pada September 2023 lalu, pembangunan telah mencapai progres 73%.
Proyek ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2025. Pabrik tersebut direncanakan memiliki total kapasitas produksi sebesar 3,1 juta ton per tahun, dengan target produksi tahun 2025 mencakup 1 juta ton ethylene, 520.000 ton propylene, dan 250.000 ton polypropylene per tahun.
Saat ini, Indonesia masih mengimpor produk kimia seperti ethylene, propylene, dan polypropylene dalam jumlah besar. Kapasitas industri dalam negeri untuk produk-produk tersebut hanya mencapai 7,1 juta ton per tahun, sehingga peningkatan kapasitas produksi sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
"Oleh karena itu, kami berharap proyek pembangunan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia ini dapat menggantikan impor dan menjadi stimulus bagi industri petrokimia hilir lokal serta mendukung penciptaan lapangan kerja baru," ungkap Menko Airlangga.
Dengan investasi ini, diharapkan tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan lapangan kerja dan penguatan industri petrokimia dalam negeri.
Asal tahu, perusahaan kimia asal Korea satu ini didirikan pada tahun 1976 dan kini menjadi yang ketujuh terbesar di dunia di bidangnya. Investasi Lotte Chemical sendiri merupakan bagian dari kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan Republik Korea yang kuan kuat setelah pandemi, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai USD20,8 miliar pada tahun 2023.
Republik Korea menjadi investor terbesar ketujuh di Indonesia pada tahun tersebut, dengan total investasi langsung (FDI) mencapai sekitar USD2,5 miliar, mengalami peningkatan lebih dari USD200 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










