Ini Program Unggulan Kemenkeu Untuk Dukung NZE di 2060

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia telah menyiapkan berbagai program untuk menyelaraskan agenda iklim dengan peraturan dan kebijakan nasional.
Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bobby Wahyu Hernawan mengatakan berbagai strategi ini sejatinya merupakan turunan dari komitmen penting Indonesia di tingkat global yakni Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC).
ENDC sekaligus berperan dalam mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung kebijakan pembangunan rendah emisi dan berdaya tahan iklim. "APBN menjadi faktor katalis dalam proses pembangunan nasional yang rendah emisi dan berdaya tahan iklim," ujarnya di Bogor, Rabu (29/5/2024).
Baca Juga: Kejar Target NZE di 2060, BKF: Pemerintah Terapkan Kebijakan Dekarbonisasi Yang Kuat
Dirinci, berbagai program prioritas yang telah disusun oleh Kemenkeu, seperti Program Peningkatan Kualitas Lingkungan, Program Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim, serta Program Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon. Program-program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan.
"Dengan adanya ENDC sebagai komitmen Indonesia di tingkat global, serta adanya RPJMN 2020-2024 sebagai arah pembangunan nasional, maka APBN diarahkan untuk mendukung kedua kebijakan tersebut," jelas Bobby.
Visi Indonesia Emas 2045 juga menjadi fokus utama Kemenkeu, dengan menekankan pentingnya transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam hal ini, peningkatan mutu pendidikan, penguatan fasilitas dan pelayanan kesehatan, serta peningkatan kualitas tenaga kerja vokasi menjadi beberapa langkah konkret yang diambil.
"Konsisten mengupayakan perbaikan jangka pendek dan mengatasi masalah struktural untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








