Ditekan Penurunan Harga Sawit Hingga Cabe Rawit, NTP Mei 2024 Terjun 0,06 Persen

AKURAT.CO Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai tukar petani (NTP) pada bulan Mei 2024 mencapai 116,71, mengalami penurunan sebesar 0,06% dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Plt Kepala BPS, Amalia A Widyasanti, penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,16%, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,10%.
"Komoditas yang dominan mempengaruhi penurunan It nasional adalah kelapa sawit, gabah, jagung, dan cabe rawit," kata Amalia dalam Rilis BPS, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Ditekan Penurunan Harga Gabah, NTP Petani April 2024 Susut 2,18 Persen
Namun, tidak semua subsektor mengalami penurunan. NTP tertinggi tercatat pada subsektor hortikultura dengan kenaikan sebesar 1,26%.
"Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan It adalah subsektor hortikultura, antara lain kol ataupun kubis, bawang merah, petai, dan bawang daun," tambah Amalia.
Di sisi lain, penurunan terdalam terjadi pada subsektor tanaman pangan, turun sebesar 0,86%. "Penurunan ini terjadi karena It turun sebesar 0,99%, lebih dalam dibandingkan penurunan Ib yang sebesar 0,13%," jelasnya.
Selain itu, nilai tukar usaha petani (NTUP) juga mengalami penurunan pada Mei 2024, mencapai 119,92% atau turun 0,27% dari bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan It sebesar 0,16%.
"Penurunan NTUP terdalam terjadi pada subsektor tanaman pangan yang turun sebesar 1,09%," ungkap Amalia.
Meskipun demikian, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) mengalami kenaikan sebesar 0,11%. "Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan BPPBM adalah bakalan sapi, bibit bawang merah, bibit sapi, dan upah pemanenan," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









