Target Lifting Minyak Presiden Terpilih Turun ke 600 Ribu Barel per Hari

AKURAT.CO Pada tahun 2025, lifting minyak diperkirakan mencapai 600 ribu barel per hari, sedangkan gas bumi diprediksi mencapai 1,005 juta barel setara minyak per hari. Angka tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato pembacaan Nota Keuangan pengantar RAPBN 2025 di Gedung DPR Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menegaskan target ini sebagai bagian dari rencana besar pemerintah untuk sektor energi. Namun, angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan target lifting minyak tahun 2024 yang sebesar 635 ribu barel per hari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh penurunan produksi dari sumber minyak.
"Lapangannya kan memang dropnya drastis, ya kan. Lapangannya dropnya drastis," ujarnya, dikutip Sabtu (17/8/2024).
Baca Juga: 6 Lapangan Migas Baru Siap Dongkrak Lifting Nasional
Sementara Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengungkapkan pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki produksi minyak domestik. Baru-baru ini, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas melaporkan pengapalan 1.000 barel minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris di Blok Cepu.
"Nah sekarang kan udah mulai kita coba recover nih, kan kemarin di Cepu ada tambahan. Mudah-mudahan akhir tahun bisa nguber, tuh,” jelasnya.
Mengenai target Indonesia untuk mencapai 1 juta barel per hari pada tahun 2030, Arifin tetap optimis dengan berbagai langkah strategis yang akan diterapkan. Serta, ia mencontohkan proyek tajak perdana sumur migas non-konvensional di Wilayah Kerja Rokan.
"Insya Allah. Kan kalau action kan kerjanya serius, ya. Nah kemarin juga sumur apa, Sumur yang migas non-konvensional (MNK) itu kan juga waktu lagi di bor kan banjir," jelasnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menilai penurunan lifting minyak adalah hal yang wajar. "Enggak kok 600. Kalau turun memang normalnya itu turun. ICP kan USD82 tetap. Kita ini kalau tidak ngapa-ngapain itu turunnya 5 persen, itu normal declining rate namanya. Itu selalu turun kalau minyak sama gas itu,” imbuhnya.
Dengan berbagai upaya dan strategi yang sedang diterapkan, pemerintah berharap dapat mengatasi tantangan dalam sektor energi dan mencapai target-target jangka panjangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








