AKURAT.CO ISS Indonesia kembali menyelenggarakan Sustainability Talks dengan tema “Reinvigorating Facility Management wits Sustainability and Outcome Focused Strategy” , sebuah acara dengan format diskusi panel menghadirkan pembicara dan expertise dalam penerapkan komitmen berkelanjutan di Jakarta, belum lama ini.
Hadir sebagai pembicara dalam The 2nd Sustainability Talks adalah : Troels Bjerg, ISS Regional CEO Asia-Pacific/Americas/Germany & Global Business Performance. Stefan Phang, Global Director for Sustainability & Creating Shared Value, Diversey. Rivana Mezaya, Director Digital & sustainability, Grab Indonesia and Aksh Rohatgi, ISS Regional Managing Director, Asia-Pacific.
Presiden Direktur dan CEO ISS Indonesia, Muhammad Sofyan menjelaskan tentang konsep sustainability dalam bisnis facility management. “Ada dua hal yang kami jalankan, pertama soal keberlanjutan lingkungan. ISS Indonesia berupaya agar penggunaan air yang lebih sedikit dengan menggunakan metode yang kami terapkan serta teknologi yang digunakan oleh ISS Indonesia. Kedua, menggunakan chemical yang lebih ramah terhadap lingkungan,” jelasnya dikutip Sabtu (7/9/2024).
Baca Juga: KPK Periksa CEO PT ISS Indonesia terkait Kasus Suap Emirsyah Satar
Selanjutnya, kata Sofyan, ISS Indonesia juga selalu memanfaatkan tenaga kerja lokal dimanapun ISS Indonesia itu berada. “ISS merekrut tenaga kerja dari lokal yang mana memberikan hak sesuai dengan aturan yang ada dan membuat mereka lebih berdaya dan itu jadi keberlanjutan,” sambungnya.
Yang terbaru, ISS Indonesia dipercaya untuk melakukan pemeliharaan untuk sejumlah area di kawasan inti Ibukota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara. Menurut Sofyan, pihaknya hanya diberikan waktu sempit untuk bisa memastikan penyelenggaraan hari kemerdekaan di IKN berjalan lancar dan bersih. “Kami merekrut 130 tenaga kerja yang sebagian besar dari lokal untuk bisa memelihara area di IKN. Saat ini juga masih disana,” jelasnya.
ISS juga melakukan sejumlah training, peralatan hingga persiapan hunian bagi pekerja yang jumlahnya tidak sedikit ini menjadi tantangan tersendiri. “Kemampuan ISS dalam sourcing management, supply chain dan management strategis didukung dengan teknologi hardware untuk kebersihan dan software untuk pelaporan, memungkinkan lingkungan IKN terpelihara dengan baik, menegaskan keahlian ISS dalam manajemen fasilitas dan komitmen terhadap keberlanjutan, bahkan Ketika harus mengelola lingkungan yang belum rampung sepenuhnya atau dalam kondisi yang ideal,” katanya.
Komitmen ISS Indonesia terhadap ESG ditunjukkan dengan roadmap yang telah ditetapkan menuju netzero di tahun 2030. Sebagai bentuk komitmen ISS pada aspek lingkungan ISS mendapatkan validasinya dari SBTi (Science Based Target). Sementara aspek sosial seperti tertuang dalam visi misi Perusahaan menuju Company of Belonging, dengan komitmen untuk meningkatkan taraf hidup frontlinerny.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










