Come Back, Ini Alasan Agus Gumiwang Jabat Menperin Lagi

AKURAT.CO Agus Gumiwang Kartasasmita terpilih untuk mengisi jabatan sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian," kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu malam (20/10/2024).
Agus, politisi Partai Golkar itu juga merupakan Menteri Perindustrian pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ia juga merupakan tokoh yang diundang Prabowo ke kediaman pribadi Presiden ke-8 RI di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, dan juga Hambalang, Bogor, saat pemilihan calon menteri awal pekan ini.
Baca Juga: Bahlil Tunjuk Sarmuji Jadi Sekjen Golkar, Agus Gumiwang Jadi Ketua Dewan Pembina
"Ada penugasan dari Bapak Presiden Terpilih terkait posisi tersebut (menteri), tetapi menurut saya, lebih baik jika Bapak Presiden Terpilih yang mengumumkannya pada waktunya," ujar Agus seusai bertemu Prabowo, Senin (14/10).
Setelah bertemu Prabowo pada awal pekan ini, Agus juga menjelaskan bahwa Prabowo menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang harus dicapai melalui kontribusi dalam berbagai sektor.
"Itu akan menjadi fokus dari setiap kementerian untuk berkontribusi mencapai target tersebut," tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.
Agus lahir pada 3 Januari 1969 di Jakarta dan merupakan putra dari Ginandjar Kartasasmita, seorang tokoh politik senior Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri di era orde baru.
Dengan latar belakang keluarga yang kuat di dunia politik, Agus Gumiwang tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan atmosfer pemerintahan dan kebijakan publik.
Sebagai Menteri Perindustrian di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin upaya untuk memperkuat industri 4.0 di Indonesia, yang mencakup pengembangan teknologi dan digitalisasi di sektor industri.
Salah satu program prioritasnya adalah Making Indonesia 4.0, yang bertujuan untuk membawa Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia melalui penguatan sektor manufaktur berbasis teknologi.
Agus juga berupaya meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global dengan mendorong hilirisasi industri dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada ekspor bahan mentah dan mendorong nilai tambah di dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Ramalan Shio Asmara 7 Juni 2026 Terbaru: Tikus Makin Romantis, Naga Penuh Pesona, Harimau Berpeluang Jatuh Cinta
- 10Ramalan Zodiak Keuangan 7 Juni 2026: Leo, Aquarius, Aries, dan Pisces








