Fluktuasi Harga Pangan Nasional, Cabai Merah Keriting Turun Sementara Beras Naik
Hefriday | 25 Oktober 2024, 19:23 WIB

AKURAT.CO Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang terus mengalami fluktuasi pada Jumat (25/10/2024). Data dari Panel Harga Bapanas menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah mengalami penurunan signifikan, sementara beberapa komoditas lain seperti beras, daging, dan telur mengalami kenaikan.
Cabai rawit merah tercatat turun 2,4% atau Rp1.050 menjadi Rp42.730 per kilogram (kg), sedangkan cabai merah keriting juga turun 1,01% atau Rp310 menjadi Rp30.280 per kg. Meskipun demikian, harga bawang merah dan bawang putih bonggol justru mengalami kenaikan. Bawang merah naik 1,07% atau Rp320 menjadi Rp30.090 per kg, sedangkan bawang putih bonggol naik 1,40% atau Rp560 menjadi Rp40.590 per kg.
Di sisi lain, harga beras secara umum cenderung meningkat. Beras premium naik 0,39% atau Rp60 menjadi Rp15.530 per kg, sementara beras medium juga mengalami kenaikan 0,15 persen atau Rp20 menjadi Rp13.560 per kg. Namun, beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dikelola Bulog tetap stabil di harga Rp12.570 per kg.
Di sisi lain, harga beras secara umum cenderung meningkat. Beras premium naik 0,39% atau Rp60 menjadi Rp15.530 per kg, sementara beras medium juga mengalami kenaikan 0,15 persen atau Rp20 menjadi Rp13.560 per kg. Namun, beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dikelola Bulog tetap stabil di harga Rp12.570 per kg.
Baca Juga: Update Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Bawang Merah Terus Naik
Harga daging sapi murni mengalami kenaikan sebesar 0,43% atau Rp580 menjadi Rp135.500 per kg. Kenaikan serupa juga terjadi pada daging ayam ras, yang naik 0,33% atau Rp120 menjadi Rp36.620 per kg. Telur ayam ras pun mencatat kenaikan 0,67 persen atau Rp190, menjadikannya seharga Rp28.710 per kg.
Beberapa komoditas lainnya juga mencatat pergerakan harga. Minyak goreng curah turun 0,78% atau Rp130 menjadi Rp16.490 per kg, dan minyak goreng kemasan sederhana turun 0,22% atau Rp40 menjadi Rp18.220 per kg. Di sisi lain, gula konsumsi naik 0,28% atau Rp50 menjadi Rp18.010 per kg.
Di sektor perikanan, ikan kembung mencatat kenaikan 1,26% atau Rp470 menjadi Rp37.890 per kg, sementara ikan tongkol dan ikan bandeng mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,88% dan 0,33%, dengan harga menjadi Rp31.380 per kg dan Rp33.060 per kg.
Untuk komoditas lain seperti kedelai biji kering (impor), harganya turun 0,47% atau Rp50 menjadi Rp10.670 per kg. Tepung terigu curah juga turun 1,58% atau Rp160 menjadi Rp9.960 per kg, dan tepung terigu non-curah turun 1,07% atau Rp140 menjadi Rp12.970 per kg.
Sementara itu, jagung yang digunakan untuk pakan ternak naik 1,66% atau Rp100 menjadi Rp6.110 per kg, dan harga garam halus beryodium turun tipis 0,17% atau Rp20 menjadi Rp11.500 per kg.
Fluktuasi harga komoditas ini menunjukkan dinamika pasar pangan yang terus dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cuaca, distribusi, serta permintaan dan pasokan. Badan Pangan Nasional terus memantau perkembangan harga dan berupaya menjaga stabilitas harga untuk menjaga daya beli masyarakat.
Harga daging sapi murni mengalami kenaikan sebesar 0,43% atau Rp580 menjadi Rp135.500 per kg. Kenaikan serupa juga terjadi pada daging ayam ras, yang naik 0,33% atau Rp120 menjadi Rp36.620 per kg. Telur ayam ras pun mencatat kenaikan 0,67 persen atau Rp190, menjadikannya seharga Rp28.710 per kg.
Beberapa komoditas lainnya juga mencatat pergerakan harga. Minyak goreng curah turun 0,78% atau Rp130 menjadi Rp16.490 per kg, dan minyak goreng kemasan sederhana turun 0,22% atau Rp40 menjadi Rp18.220 per kg. Di sisi lain, gula konsumsi naik 0,28% atau Rp50 menjadi Rp18.010 per kg.
Di sektor perikanan, ikan kembung mencatat kenaikan 1,26% atau Rp470 menjadi Rp37.890 per kg, sementara ikan tongkol dan ikan bandeng mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,88% dan 0,33%, dengan harga menjadi Rp31.380 per kg dan Rp33.060 per kg.
Untuk komoditas lain seperti kedelai biji kering (impor), harganya turun 0,47% atau Rp50 menjadi Rp10.670 per kg. Tepung terigu curah juga turun 1,58% atau Rp160 menjadi Rp9.960 per kg, dan tepung terigu non-curah turun 1,07% atau Rp140 menjadi Rp12.970 per kg.
Sementara itu, jagung yang digunakan untuk pakan ternak naik 1,66% atau Rp100 menjadi Rp6.110 per kg, dan harga garam halus beryodium turun tipis 0,17% atau Rp20 menjadi Rp11.500 per kg.
Fluktuasi harga komoditas ini menunjukkan dinamika pasar pangan yang terus dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cuaca, distribusi, serta permintaan dan pasokan. Badan Pangan Nasional terus memantau perkembangan harga dan berupaya menjaga stabilitas harga untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










