AKURAT.CO Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bekerja sama dengan Neo Organizer, menggelar International Franchise Business Concept atau IFBC Expo 2024.
Pameran yang dilakukan pada di ICE BSD, Jumat (8/11/2024) ini bertujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan peluang bisnis waralaba kepada calon investor dan pelaku usaha di Indonesia.
IFBC merupakan platform untuk menghubungkan pemilik waralaba dengan para calon mitra yang ingin berinvestasi atau membuka bisnis dengan konsep waralaba.
Senada, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kemendag, Septo Soepriyatno, juga ikut menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara pemerintah dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) terus berlanjut. Kerja sama ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan sektor waralaba di Indonesia, yang terus menunjukkan kinerja positif meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, didukung berbagai lapangan usaha dan indikator ekonomi yang stabil," ujar Septo.
Menurut data terkini Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia tetap tumbuh stabil dan semakin dipercaya masyarakat, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada di angka optimis 123,3 pada September 2024. Tingginya kepercayaan konsumen ini menjadi salah satu pendorong utama ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Selain itu, sektor perdagangan terus mencatatkan performa positif, terbukti dengan surplus perdagangan yang sudah berlangsung selama 54 bulan berturut-turut, mencapai nilai kumulatif sebesar USD21,98 miliar dari Januari hingga September 2024. Angka ini mencerminkan daya tahan dan kekuatan ekonomi nasional yang solid.
Dalam upaya mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para pelaku usaha waralaba. Dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, yang juga diharapkan dapat menekan angka pengangguran, yang berada pada level 4,82% pada Februari 2024.Saat ini, bisnis waralaba sektor food and beverage (makanan dan minuman) menjadi primadona, dengan pangsa pasar mencapai 48,05%. Sektor-sektor lain seperti kecantikan dan kesehatan (11,69%), pendidikan formal (10,39%), ritel (9,09%), dan otomotif (3,90%) juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam pasar waralaba di Indonesia.
Adapun sektor-sektor jasa seperti properti, perawatan elektronik, perjalanan, apotek, karaoke, dan perhotelan memperkaya peluang bisnis waralaba yang ada.
"Dukungan kami kepada pelaku usaha tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas dan daya saing, tetapi juga pada aspek legalitas dan kepatuhan," tambah Septo.Solihin menambahkan bahwa franchise Alfamart menitikberatkan pada kemitraan dengan para mitra lokal untuk mencapai kesuksesan bersama. Alfamart membuka sekitar 1.100 hingga 1.400 gerai baru setiap tahun, sebagian besar bekerja sama dengan mitra lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










