Indonesia Franchise Week 2025 Tampilkan Berbagai Kemajuan Industri Waralaba RI
Hefriday | 31 Oktober 2025, 15:27 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, menegaskan bahwa industri waralaba terus menunjukkan perkembangan signifikan dan menjadi salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Anang Sukandar menyebut IFW bukan hanya perayaan pertumbuhan industri waralaba, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha nasional dan internasional.
Dirinya menilai waralaba telah menjadi instrumen strategis dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan usaha domestik.
“Indonesia Franchise Week adalah momen untuk merayakan perjalanan panjang industri franchise kita. Ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang ekosistem yang terus berkembang melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Anang saat membuka Indonesia Franchise Week (IFW) 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (31/10/2025).
Baca Juga: Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah, Menteri UMKM Dorong Skema Waralaba sebagai Solusi
Anang kemudian menyoroti tonggak sejarah industri waralaba Indonesia yang dimulai pada 1991 melalui inisiatif organisasi internasional di bidang pengembangan usaha.
Di masa awal tersebut, sejumlah merek lokal seperti Es Teler 77, Jamu Nyonya Meneer, Libra Cake, dan Home 21 menjadi pelopor waralaba Indonesia.
Menurut Anang, perkembangan industri waralaba Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari peran para ahli internasional seperti Martin Mendelsohn, pakar waralaba yang dua kali mengunjungi Indonesia pada 1960 dan 1962 untuk meneliti potensi pasar lokal.
Penelitian Mendelsohn menunjukkan bahwa model waralaba dapat menjadi strategi pengembangan ekonomi yang efektif.
“Temuan tersebut terbukti benar. Waralaba telah menjadi sektor yang membuka peluang investasi, memperluas jaringan usaha, dan menciptakan banyak lapangan kerja,” kata Anang.
Dirinya menambahkan bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan dan Bappenas telah berperan penting dalam membangun fondasi regulasi yang memungkinkan industri waralaba tumbuh pesat.
Dukungan itu turut mengantar Indonesia menjadi anggota Konfederasi Franchise Asia Pasifik (APFC) pada 1998 dan bergabung dengan World Franchise Council (WFC) pada 2012.
Pada 2016, Indonesia meluncurkan Indonesia Franchise Academy, lembaga pendidikan waralaba pertama di negara ini, yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Sejak saat itu, industri waralaba terus berkembang dan telah menghadirkan lebih dari 200 pameran waralaba di 17 kota di seluruh Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai Rp2 triliun.
Tahun 2025 juga menjadi momen istimewa karena AFI memasuki usia 24 tahun. Abang Sukandar menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung perkembangan ekosistem waralaba nasional.
“Dedikasi, kepercayaan, dan kolaborasi Anda adalah energi yang membawa kita hingga ke titik ini,” katanya.
Dalam gelaran IFW 2025, sebanyak 11 anggota Franchise Asia Pasifik akan mengesahkan Deklarasi Waralaba Jakarta, sebuah komitmen bersama untuk memperkuat penggunaan produk domestik, memperluas jangkauan usaha, dan mendorong ekosistem waralaba yang inklusif.
Tema IFW tahun ini menekankan semangat kewirausahaan dan kolaborasi regional. Anang mengajak seluruh negara anggota untuk aktif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui model waralaba yang adaptif dan inovatif.
“Waralaba dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi, menciptakan pekerjaan, dan menghadirkan inovasi di seluruh sektor,” ujarnya.
Dirinya menegaskan bahwa perkembangan waralaba harus tetap sejalan dengan prinsip pembangunan nasional, yakni inklusi, keberlanjutan, dan pemerataan.
Sebelum menutup sambutannya, Anang menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Perdagangan, Bappenas, dan Kementerian Koperasi dan UKM, yang terus mendukung penguatan sektor waralaba di Indonesia.
“Semoga waralaba Indonesia terus menjadi inspirasi, simbol kolaborasi, dan kekuatan bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tukas Anang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










