Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar
Hefriday | 19 Februari 2025, 15:57 WIB

AKURAT.CO Menjelang Ramadan dan Lebaran 2025, pemerintah telah menyiapkan operasi pasar besar-besaran guna mengantisipasi lonjakan harga pangan di pasaran.
Langkah ini merupakan respons terhadap kekhawatiran atas kenaikan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.
Menteri Pertanian bersama sejumlah pejabat penting dan pelaku industri pangan menggelar rapat koordinasi persiapan operasi pasar jelang Ramadhan 2025.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang bulan suci dan Idul Fitri.
Dalam rapat tersebut, hadir Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri, serta Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo. Mereka ditemani oleh perwakilan dari berbagai asosiasi pangan nasional.
Tujuan utama pertemuan ini adalah menyusun strategi pengendalian harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pangan pokok agar masyarakat dapat merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi secara merata.
"Hari ini kita, teman-teman peserta yang juga hadir online, hari ini kita rapat operasi pasar," ujar Andi saat Rapat Koordinasi Terbatas Ketersediaan Bahan Pangan Pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2025 di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Andi juga menegaskan bahwa operasi pasar murah segera dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. "Kita akan segera melakukan operasi pasar murah untuk mengatasi kenaikan harga pangan," ujarnya dalam rapat koordinasi.
Operasi pasar ini bertujuan untuk menekan kenaikan harga pangan dengan menyediakan pasokan dalam jumlah besar dari berbagai komoditas strategis.
Dengan begitu, diharapkan harga pangan tetap stabil meski permintaan meningkat selama periode Ramadhan hingga Lebaran.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, serta Direktur Utama Perum Bulog, Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya. Keterlibatan lembaga-lembaga terkait ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pangan.
Menurut Menteri Pertanian, agenda rapat merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dimana arahan tersebut menekankan pentingnya pemerataan ekonomi dan pengendalian harga pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Format rapat kali ini menggunakan sistem hybrid, sehingga tidak hanya pejabat pusat yang hadir, melainkan juga perwakilan BUMN bidang pangan seperti ID FOOD dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), serta sejumlah asosiasi seperti Hippindo, JAPPDI, dan Aspidi.
Selain itu, dinas-dinas yang mengurusi bidang pangan dan perdagangan dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi turut bergabung secara daring, memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi lonjakan permintaan menjelang Ramadhan.
Rapat koordinasi terbatas ini dibuka langsung oleh Menteri Pertanian sekitar pukul 11.30 WIB di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi dan mengarahkan langkah operasional pasar secara terintegrasi.
Dengan adanya sinergi dari berbagai pihak, diharapkan operasi pasar yang dirancang dapat memberikan jaminan stabilitas pasokan dan harga pangan, sehingga masyarakat luas pun dapat menikmati pertumbuhan ekonomi yang dirasakan secara merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









