Dukung SDGs, KAI Kurangi 25.298 Rol Kertas Tiket dengan Face Recognition

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan dengan penerapan teknologi face recognition, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan limbah kertas, sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dalam keberlanjutan lingkungan.
Menurut Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, sistem face recognition memungkinkan penumpang melakukan boarding tanpa perlu tiket fisik berbahan kertas.
"ace recognition menggantikan tiket fisik berbahan kertas, sehingga dapat mengurangi limbah dan mendukung pelestarian lingkungan,” ujar Anne.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2025, KAI Daop 1 Tambah Kapasitas Tempat Duduk Dua Persen
Sejak diluncurkan pada September 2022, teknologi ini telah menghemat 25.298 rol kertas tiket, yang secara finansial setara dengan penghematan sekitar Rp379,4 juta. Pengurangan penggunaan kertas ini juga berdampak pada penurunan jumlah pohon yang ditebang untuk produksi bahan baku kertas.
Selain itu, lanjutnya, penerapan face recognition juga menjadi langkah nyata KAI dalam mendukung transportasi ramah lingkungan.
Dengan berkurangnya penggunaan tiket fisik, emisi karbon yang dihasilkan dari proses pencetakan dan distribusi tiket pun semakin berkurang.
"KAI berkomitmen mendukung pencapaian SDGs dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dalam berbagai operasional kami,” katanya.
Masyarakat tidak perlu khawatir soal keamanan data dalam teknologi ini. KAI memastikan bahwa data penumpang yang terdaftar dalam sistem face recognition hanya digunakan untuk keperluan boarding dan disimpan dalam waktu satu tahun sebelum dihapus secara otomatis.
Penumpang juga dapat mengajukan penghapusan data kapan saja melalui aplikasi Access by KAI atau langsung di stasiun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









