Industri Tak Beroperasi, Beban Puncak Listrik PLN Bakal Turun 30 Persen Saat Lebaran 2025
Camelia Rosa | 20 Maret 2025, 20:22 WIB

AKURAT.CO PT PLN memperkirakan beban puncak kelistrikan selama periode Hari Raya Idul Fitri 2025 akan mengalami penurunan sebesar 30% dibandingkan hari normal.
Direktur Distribusi PT PLN, Adi Priyanto mengakui bahwa tren penurunan beban puncak kelistrikan memang kerap terjadi saat hari raya keagamaan.
Hal itu lantaran, tutupnya perkantoran, pabrik, dan sektor industri selama periode Lebaran. Sehingga, konsumsi listrik pun akan mengalami penurunan.
"Banyak kantor-kantor, kemudian pabrik-pabrik, industri itu tutup merayakan Idulfitri, sehingga diperkirakan beban akan turun 30% dari beban biasa di hari biasa," ujarnya di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Kamis (20/3/2025).
PLN memperkirakan, beban puncak pembangkit listrik pada Lebaran 2025 berada di kisaran 45 Gigawatt (GW). Sementara kapasitas daya mampu pasok BUMN Kelistrikan itu mencapai 67 GW.
Oleh sebab itu, PLN memastikan bahwa kondisi sistem kelistrikan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah berada dalam kondisi aman.
"Pembangkitannya sebesar 67 GW di seluruh Indonesia dn kita masih punya cadangan yang sangat sangat cukup, yaitu 22 GW atau sekitar 49% (reserve margin)," tuturnya.
Lebih lanjut, Adi menyebutkan bahwa pihaknya telah menetapkan periode Siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) mulai tanggal 17 Maret hingga 11 April 2025 mendatang.
Selama periode itu, special force bentukan PLN akan bertugas mengamankan kelistrikan di titik-titik krusial, seperti masjid besar, bandara, terminal, dan pelabuhan, serta pusat kegiatan masyarakat.
Untuk tempat ibadah, PLN bakal menyiapkan keandalan kelistrikan yang berlapis pada 2.855 titik Salat Idulfitri. Pada titik-titik tersebut, perusahaan akan menempatkan Uninterruptible Power Supply (UPS) hingga genset demi menjamin keamanan sistem kelistrikan.
Selain itu, ada 722 titik bandara, terminal, dan pelabuhan, serta 515 pusat kegiatan masyarakat yang bakal mendapat pengamanan listrik berlapis, baik dengan UPS maupun genset.
"Di tempat-tempat tersebut, bedanya dengan hari-hari biasa adalah kami menyiapkan keandalan kelistrikan yang berlapis, sehingga apabila ada gangguan temporer dan sebagainya bisa kita cegah dengan kita memasang UPS di tempat-tempat tersebut dan genset sebagai alternatif terakhir," tukas Adi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









