Okupansi Hotel Anjlok, Pakar Serukan Revolusi Strategi Pariwisata Nasional

AKURAT.CO Industri perhotelan nasional dinilai perlu melakukan perubahan paradigma (paradigm shift) dalam merumuskan strategi pemulihan dan pertumbuhan, menyusul tren penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang dalam beberapa bulan terakhir.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, TPK hotel klasifikasi bintang pada Januari 2025 hanya sebesar 48,38 persen, turun 9,68 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka ini kembali turun menjadi 47,21 persen pada Februari.
Bahkan, selama musim Lebaran, okupansi hotel dilaporkan anjlok hingga 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Founder Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (YIPINDO) sekaligus pakar strategi pariwisata nasional, Taufan Rahmadi, menilai, penurunan ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap perubahan pola konsumsi wisatawan dan lanskap geografi pariwisata.
“Bali, sebagai destinasi unggulan, justru mencatatkan TPK hotel bintang lima hanya 48,59 persen, sementara hotel bintang satu mampu meraih okupansi 58,67 persen. Ini menandakan adanya pergeseran preferensi menuju akomodasi terjangkau, fenomena global yang turut melanda Indonesia pascapandemi,” ujar Taufan dalam keterangannya, Minggu (13/4/2025).
Baca Juga: Idrus Marham: Prabowo Bangun Kepemimpinan Dialogis, Ajak Tokoh Kritis Duduk Semeja
Taufan juga menyoroti tren “travel compression” saat Lebaran, di mana wisatawan cenderung melakukan perjalanan singkat akibat terbatasnya daya beli. Artinya, wisata tetap berlangsung, namun dengan skema yang berbeda.
Ia menilai penting untuk segera mempercepat diversifikasi produk pariwisata, terutama yang memadukan experience economy, wisata berbasis komunitas, dan hospitalitas lokal yang autentik.
“Strategi promosi juga perlu diformulasikan ulang, termasuk memperluas insentif bagi hotel yang adaptif, serta memperkuat integrasi rantai pasok pariwisata agar homestay hingga hotel bintang lima bisa tumbuh secara proporsional dan berkelanjutan,” tegasnya.
Taufan turut menggarisbawahi keberhasilan event-event besar di Jakarta seperti konser dan pameran yang berhasil mendongkrak TPK menjadi 59,07 persen sebagai contoh nyata bahwa event-based tourism mampu mendorong sektor akomodasi.
Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk memperbanyak atraksi nasional maupun internasional di wilayah yang memiliki utilisasi rendah namun kapasitas tinggi.
“Ke depan, strategi low cost–high value tourism menjadi sangat relevan, dengan tetap memperhatikan carrying capacity destinasi dan prinsip keberlanjutan,” ungkapnya.
Ia mengakui tantangan psikologis dan fiskal yang dihadapi pemerintah saat ini, namun menegaskan bahwa peran negara sebagai enabler tetap krusial dalam mendorong pemulihan.
Baca Juga: Idrus Marham: Prabowo Bangun Kepemimpinan Dialogis, Ajak Tokoh Kritis Duduk Semeja
Menurutnya, sinergi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan pelaku digital platform menjadi kunci keberhasilan agenda pemulihan pariwisata, agar tidak hanya bergantung pada musim liburan semata.
“Dalam konteks kepemimpinan nasional, ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa sektor pariwisata bukan hanya penopang ekonomi. Ia adalah instrumen strategis untuk menggerakkan konsumsi rumah tangga, membuka lapangan kerja, dan menyebarkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









