Jakarta Jadi Andalan di Tengah Penurunan Hunian Hotel Nasional pada Februari 2025
Demi Ermansyah | 8 April 2025, 18:19 WIB

AKURAT.CO Di tengah tren penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang secara nasional, Jakarta justru mencatatkan performa impresif berkat maraknya penyelenggaraan event sepanjang Februari 2025.
Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini menunjukkan, ibu kota menjadi satu-satunya provinsi dengan catatan TPK tertinggi di tengah merosotnya angka hunian hotel di sebagian besar wilayah Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/4/2025), menyampaikan bahwa TPK hotel berbintang secara nasional pada Februari 2025 hanya mencapai 47,21%.
Angka ini menurun 2,24 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) dan turun 1,17 poin dibandingkan Januari 2025 (month-to-month/m-to-m).
“Sebanyak 20 provinsi mengalami penurunan TPK dibandingkan bulan sebelumnya, dan hanya 18 provinsi yang mencatatkan peningkatan,” ujar Habibullah.
Meskipun begitu, lanjutnya, Jakarta menjadi pengecualian dari tren tersebut, dimana tingkat hunian hotel di ibu kota meningkat signifikan, didorong oleh tingginya aktivitas publik seperti konser musik, pameran dagang, dan agenda pemerintah maupun swasta yang padat selama Februari.
Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan event skala besar berdampak langsung terhadap pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama dalam meningkatkan okupansi hotel.
“Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan TPK hotel berbintang sebesar 5,57 poin dibandingkan Januari 2025, salah satu yang tertinggi secara nasional,” jelas Habibullah.
Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah juga menunjukkan tren serupa, masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 8,62 poin dan 6,49 poin.
Namun tidak semua daerah beruntung. BPS mencatat, penurunan terdalam terjadi di Papua Selatan (turun 13,63 poin), Papua Barat (11,50 poin), dan Bali (8,66 poin).
Sedangkan Bali, kondisi tersebut cukup mengejutkan mengingat daerah tersebut merupakan destinasi wisata utama. Besar kemungkinan, faktor musim sepi wisata (low season) dan minimnya event besar menjadi penyebab utama.
Secara kumulatif Januari–Februari 2025, TPK hotel berbintang nasional mencapai 47,83%, turun tipis 0,26 poin dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi serupa juga dialami oleh hotel nonbintang. TPK-nya hanya mencapai 23,17% di Februari 2025, turun 3,10 poin dibandingkan Februari 2024.
"Namun, Jakarta tetap memimpin dengan tingkat hunian nonbintang mencapai 44,51 persen, jauh di atas rerata nasional. Bali dan Kepulauan Riau menyusul dengan 36,35 persen dan 31,73 persen," paparnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









