Rosan Ungkap Alasan Pemerintah Terima Huayou Gantikan LG dalam Proyek Baterai EV
Camelia Rosa | 24 April 2025, 13:17 WIB

AKURAT.CO Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan alasan pemerintah mempercayai perusahaan asal China, Huayou untuk menggantikan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), LG, dalam proyek baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Indonesia.
Rosan menuturkan, pemerintah melihat minat yang tinggi serta kemampuan Huayou yang sejatinya juga sudah lama berinvestasi pada bidang yang sama di Indonesia, yaitu industri pengolahan nikel.
Sehingga pemerintah menilai, Huayou sudah paham arah hilirisasi industri di Indonesia dan memiliki sumber daya yang mumpuni untuk masuk dalam proyek yang tergabung dalam skema “Indonesia Grand Package” senilai USD9,8 miliar tersebut.
"Huayou ini juga sudah investasi di indonesia sebelumnya di bidang yang sama juga. Maka kalau ditanya kenapa Huayou? Karena mereka sudah investasi sebelumnya dan sudah jauh lebih besar, sudah ada di. Mereka paham, mengerti dan sudah ada resources untuk kembangkan ini ke depannya maka Huayou masuk gantikan LG," tuturnya saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Rosan menambahkan, pemerintah juga sudah bertemu dengan Huayou yang memang telah menyatakan minatnya untuk menggantikan LG sejak akhir 2024 lalu.
"Kita sudah bertemu dengan Huayou nya, saya juga sudah bertemu, sangat positif karena mereka sejak tahun 2024 ini sudah menyatakan minatnya untuk menjadi konsorsium dari LG ini, jadi sebelumnya dalam konsorsium LG Itu memang sudah ada Huayou-nya, sudah ada, jadi mereka menjadi leading konsorsium, itu saja," pungkas Rosan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rosan mengungkapkan bahwa pemerintah yang meminta agar LG keluar dari proyek Titan ini.
Adapun alasannya lantaran pemerintah menilai LG terlalu lama dalam proses negosiasi dibandingkan dengan merealisasikan investasinya. Bahkan negosiasi tersebut sudah dilakukan selama 5 tahun.
Rosan menekankan, permintaan pemerintah itu dilakukan usai Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diketuai oleh Bahlil Lahadalia mengirimkan surat resmi untuk LG pada 31 Januari 2025 lalu.
"Selama ini dikatakan dari sana memutus, sebetulnya lebih tepatnya dari kami yang memutus. Itu berdasarkan surat resmi tertanggal 31 Januari 2025, diterbitkan oleh Kementerian ESDM. Kenapa? Karena memang negosiasi ini berjalan terlalu lama, kita ingin semua berjalan dengan baik dan cepat," tegas Rosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








