AKURAT.CO PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) menargetkan pertumbuhan pendapatan menjadi sebesar USD34,96 juta serta laba tahun berjalan senilai USD16,20 juta pada tahun 2025.
Perseroan optimistis kinerja tahun depan akan meningkat seiring dengan penguatan kapasitas produksi listrik serta ekspansi proyek energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Utama KEEN, Wilson Maknawi menyampaikan bahwa target produksi listrik pada 2025 dipatok sebesar 339,90 Gigawatt hour (GWh).
Selain itu, KEEN juga mengalokasikan anggaran investasi sebesar USD14,16 juta untuk pengembangan proyek-proyek strategis.
“Walaupun KEEN masih dalam tahap pertumbuhan, kami tetap berkomitmen untuk memberi imbal hasil kepada para investor. Untuk tahun buku 2024, kami akan membagikan dividen sebesar Rp8,22 per lembar saham,” ujar Wilson dalam keterangannya, Jumat (6/6/2025).
Menurutnya, perusahaan akan terus memperluas pengembangan energi bersih seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dalam beberapa tahun ke depan.
KEEN menargetkan pengembangan kapasitas pembangkit energi terbarukan hingga 650 megawatt (MW).
Wilson menjelaskan bahwa saat ini KEEN tengah mengikuti sejumlah proses tender untuk proyek EBT dengan total kapasitas lebih dari 206 MW. Rinciannya terdiri dari PLTA sebesar 180 MW dan PLTS sebesar 26 MW.
“Pipeline jangka panjang kami untuk sektor hydro, baik PLTA maupun PLTM, mencapai 250 MW,” ucapnya.
Untuk energi angin, KEEN menargetkan pembangunan dua proyek PLTB di Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 62,5 MW dan 100 MW.
Tak hanya itu, KEEN juga merencanakan pengembangan solar PV dengan kapasitas lebih dari 60 MW, serta pembangkit biomassa dan biogas dengan kapasitas total 20 MW.
“Dengan sumber daya alam yang beragam, KEEN siap membantu PLN mencapai target EBT nasional. Pipeline proyek kami sudah disusun untuk mendukung langkah strategis menuju transisi energi,” ujar Wilson.
Sejauh ini, KEEN telah menandatangani enam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PLN dengan total kapasitas mencapai 74 MW.
Proyek-proyek tersebut antara lain PLTA Pakkat (18 MW), PLTA Air Putih (21 MW), PLTM Madong (10 MW), PLTBm Tempilang (5 MW), PLTM Ordi Hulu (10 MW), dan PLTM Salu Noling (10 MW).
Wilson menyebut bahwa PLTM Salu Noling saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II-2026.
Proyek tersebut dikelola oleh anak usaha KEEN, PT Tiara Tirta Energi (TTE), dan berlokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dengan konsep run of river yang memanfaatkan Sungai Noling.
Di sisi kinerja, KEEN membukukan pendapatan sebesar USD37,87 juta pada 2024. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 21,15% secara tahunan (year on year) dibandingkan 2023.
Laba tahun berjalan juga menurun 49,54% menjadi USD7,48 juta dari USD14,82 juta pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, produksi listrik justru mengalami kenaikan. Pada 2024, produksi dari pembangkit tenaga air milik KEEN mencapai 367,85 GWh, naik 32,37% dibandingkan 277,89 GWh pada 2023.
Peningkatan tersebut terutama berasal dari kontribusi PLTA Pakkat, PLTA Air Putih, serta PLTM Madong dan PLTM Ordi Hulu yang mulai beroperasi komersial pada 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









