Pemerintah Bebaskan Impor Sapi Hidup, Zulhas: Tak Ada Lagi Kuota

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan bahwa pemerintah resmi membuka keran impor sapi hidup tanpa batas kuota.
Kebijakan ini diambil guna menjamin pasokan daging dan susu dalam negeri serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
Dalam pernyataannya saat menghadiri peringatan Hari Susu Nusantara 2025 di Jakarta, Minggu (15/6/2025), Zulhas menegaskan bahwa semua pelaku industri peternakan kini dapat melakukan impor sapi hidup tanpa batasan, baik untuk tujuan penggemukan, pemotongan, maupun produksi susu.
"Ya sekarang kita buka lebar. Impor sapi hidup baik untuk potong, penggemukan, maupun untuk susu, sekarang bebas. Kita bebaskan," ujar Zulhas.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Diluncurkan Serentak 12 Juli, Menko Zulhas: Jadi Rebutan di Daerah
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat rantai pasok peternakan dari hulu hingga hilir, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Zulhas menambahkan, penghapusan kuota impor tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi industri pengolahan susu nasional, sekaligus menjamin stabilitas harga dan ketersediaan produk hewani di pasar domestik.
"Nggak ada kuota-kuota lagi, nggak ada. Jadi sapi hidup, apakah untuk digemukkan, apakah untuk susu, sekarang nggak ada kuota, bebas," tegas Zulhas.
Namun demikian, ia tidak merinci mekanisme teknis pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk pengawasan dan syarat bagi importir. Usai memberikan pernyataan singkat, Zulhas langsung meninggalkan lokasi acara tanpa memberi keterangan lanjutan.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebelumnya telah mengumumkan bahwa Indonesia menargetkan impor 2 juta sapi hidup dalam kurun lima tahun ke depan, hingga 2029. Kebijakan ini disebut penting untuk menjawab kebutuhan strategis terhadap daging dan susu.
Baca Juga: Menko Zulhas: Kita Bangun Kopdes Merah Putih dengan Cara yang Benar, Bukan Yang Mudah!
"Kita target lima tahun ini untuk susu 1,2 juta (sapi), kemudian untuk daging 800 ribu lebih. Jadi totalnya 2 juta selama lima tahun," ujar Sudaryono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Menurut Sudaryono, pada tahun 2025 ini, pemerintah menargetkan impor sebanyak 250 ribu ekor sapi hidup. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pasokan, mengingat permintaan konsumsi nasional terus meningkat, sementara produksi dalam negeri belum mencukupi.
Kebijakan ini mendapatkan sorotan dari pelaku industri peternakan dan pengolahan susu, yang melihat peluang peningkatan kapasitas produksi seiring terbukanya akses pasokan ternak secara lebih luas.
Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap praktik impor agar tidak menimbulkan distorsi pasar dan tetap mengedepankan kesehatan hewan serta keamanan pangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





