Mentan: Impor Produk AS Hanya Jika Dibutuhkan, Petani Tetap Dilindungi

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keputusan untuk mengimpor produk-produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) tidak akan dilakukan secara gegabah.
Dirinya menyatakan, kebijakan impor harus mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri dan rekomendasi dari kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
Pernyataan ini muncul di tengah kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS yang salah satunya mencakup penurunan tarif resiprokal. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen mengimpor produk agrikultur asal AS senilai USD4,5 miliar.
Namun, Mentan Amran menegaskan, impor hanya dilakukan jika benar-benar dibutuhkan.
“Kalau kita butuh impor, baru kita impor, kan? Itu ada rekomendasi dari (Kementerian) Pertanian, dari (Kementerian) Perdagangan. Itu kalau Indonesia butuh. Kalau gandum kan pasti butuh, kedelai masih butuh,” kata Amran saat ditemui di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Baca Juga: Mentan Amran Ungkap Produsen Mulai Tarik Beras Oplosan dan Harga Disesuaikan
Lebih lanjut, Mentan menekankan bahwa kebijakan impor tidak bertentangan dengan program ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, langkah impor tetap dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat produksi pertanian dalam negeri.
Pemerintah, kata Amran, akan tetap fokus mengejar swasembada pangan dan menjaga keberlangsungan hidup petani lokal.
“Petani tetap terlindungi. Selama produksi dalam negeri mampu, ya masa impor?” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa negara tetap berpihak pada kepentingan petani dalam negeri meskipun menjalin kesepakatan dagang dengan negara lain.
Dalam kesempatan yang sama, Amran mengapresiasi capaian diplomatik Indonesia dalam negosiasi penurunan tarif dagang produk Indonesia ke pasar AS. Salah satunya adalah keberhasilan menurunkan tarif ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari 32% menjadi 19%.
“Itu salah satu yang sangat menguntungkan Indonesia adalah itu, kita tarif 19 persen. CPO kita masuk ke Amerika,” kata Amran.
Baca Juga: Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Mentan Amran: Berkat Arahan Presiden Prabowo
Menurutnya, penurunan tarif ini menjadi peluang besar bagi produk unggulan Indonesia untuk lebih kompetitif di pasar global, khususnya di Amerika Serikat.
Amran juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya diplomasi yang dilakukan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia menyebut, keberhasilan menurunkan tarif dari semula 32% menjadi 19% merupakan hasil dari negosiasi intensif yang dilakukan pemerintah.
“Kita bersyukur bahwa Presiden (Prabowo Subianto) luar biasa menego. Nego awalnya berapa? 32 persen, sekarang turun menjadi 19 persen,” ujar Mentan.
Dirinya meyakini, capaian ini akan memberikan dampak positif terhadap neraca perdagangan Indonesia dan memperluas pasar ekspor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










