RI Mau Impor LPG Hingga BBM dari AS, Bahlil: Harus Saling Menguntungkan dan Seefisien Mungkin!

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah bakal menghitung harga keekonomian seluruh komoditas energi yang diimpor dari Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini diungkapkannya merespon kekhawatiran akan adanya kenaikan harga terhadap liquefied petroleum gas (LPG), minyak mentah atau crude oil, hingga bahan bakar minyak (BBM) usai pemerintah mengalihkan impor semua komoditas tersebut dari Singapura ke Indonesia.
Bahlil juga memastikan bahwa impor LPG hingga BBM tersebut akan saling menguntungkan untuk Indonesia dan juga AS.
Baca Juga: ESDM Raih WTP 2024, DPR Apresiasi Pengelolaan Keuangan dan Kinerja PNBP
"Semuanya kita akan hitung sesuai dengan harga keekonomian yang sama, harus saling menguntungkan ya dan kita ingin negara kita juga harus mendapatkan harga yang seefisien mungkin ya," jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (17/7/2025).
Dalam kesempatan ini, Bahlil juga memastikan bahwa RI tidak akan mengimpor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) tidak masuk dalam komoditas migas yang akan diimpor dari Amerika Serikat (AS).
"Komoditasnya sama, yaitu LPG, crude, BBM," jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Bahlil mengaku bahwa masuknya BBM sebagai komoditas yang juga akan diimpor AS sudah diungkapkannya berkali-kali. Sebab dijelaskannya, selama ini RI memang masih mengimpor BBM.
Baca Juga: PT Gag Nikel Belum Beroperasi, ESDM Masih Tunggu Arahan Menteri
Lebih lanjut Bahlil menyebutkan bahwa Indonesia juga telah mengalokasikan kuota impor migas dari AS senilai USD10 miliar hingga USD15 miliar sebagai bagian dari perundingan tarif.
"Dalam negosiasi itu salah satu materinya adalah proposal Indonesia kepada Amerika yang akan membeli kurang lebih sekitar USD10 miliar sampai USD15 miliar untuk LPG, kemudian BBM, dan crude," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









