Pekerja Sektor Manufakur Masih Rasakan PHK, Kemenperin: Imbas Kebijkan Relaksasi Impor

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut masih terdapat pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri manufaktur, terutama di industri padat karya.
Adapun, jumlah PHK yang diperkirakan mencapai sekitar 2 juta tenaga kerja dalam kurun Agustus 2024 hingga Februari 2025.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan bahwa gelombang PHK ini merupakan imbas dari kebijakan relaksasi impor yang sempat diberlakukan sebelumnya.
Baca Juga: Ramai Fenomena Rojali, Ini Kata Kemenperin
“Kami dari Kementerian Perindustrian tidak menafikan bahwa PHK masih terjadi pada industri manufaktur. PHK yang terjadi saat ini itu disebabkan karena residu dari kebijakan relaksasi impor, yang saat ini masih dirasakan dampaknya oleh industri padat karya,” kata Febri di Kemenperin, Kamis (31/7/2025).
Menurut Febri, efek kebijakan tersebut masih akan terasa hingga revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 diberlakukan, yang diperkirakan mulai berlaku dua bulan mendatang.
“Residu ini kami perkirakan masih akan terus dirasakan dampaknya sampai revisi Permendag 8 diberlakukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Febri menjelaskan pelonggaran impor membuat pasar domestik dibanjiri produk asing dengan harga murah.
Baca Juga: Kemenperin Siapkan Reformasi TKDN, Tak Fokus ke Negara Tertentu
Sehingga menekan permintaan terhadap produk industri lokal, terutama di sektor hilir yang padat karya.
“Dan kalau lihat angka tadi hampir sekitar 2 juta. Itu risiko yang kita tanggung dari pemberlakuan kebijakan relaksasi impor itu,” ujar Febri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









