Indonesia Dorong Penyelesaian Review AITIGA ASEAN-India Akhir 2025

AKURAT.CO Para Menteri Ekonomi ASEAN sepakat mempercepat penyelesaian tinjauan ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA), yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2025.
Kesepakatan ini diambil dalam Special ASEAN Economic Ministers (AEM) Meeting on the Review of AITIGA yang berlangsung secara hibrida di Jakarta.
Wakil Menteri Perdagangan RI sekaligus Ketua Delegasi Indonesia, Dyah Roro Esti, menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk mengatasi berbagai isu yang masih tertunda dalam perundingan perdagangan dengan India.
Baca Juga: UMKM Pangan Naik Kelas, Masuk Ritel Modern Lewat Program Kemendag
“Pertemuan ini merupakan kesempatan strategis untuk menuntaskan isu-isu yang masih tertunda dengan India dan mendorong tercapainya hasil yang bermakna serta seimbang bagi seluruh pihak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, para menteri menerima laporan perkembangan review AITIGA yang dipaparkan Malaysia selaku koordinator perundingan ASEAN-India.
Indonesia menyatakan dukungan penuh agar proses penyempurnaan AITIGA segera dituntaskan, dengan tujuan menjadikan kesepakatan ini lebih sederhana, transparan, serta ramah bagi pelaku usaha di kawasan.
Menurut Roro, keberadaan AITIGA telah memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kawasan, termasuk Indonesia. Karena itu, pemerintah menilai penting untuk memperbarui kesepakatan ini agar lebih adaptif terhadap dinamika perdagangan global.
Baca Juga: Kemendag Sita 19.391 Bal Pakaian Bekas Impor Senilai Rp112,3 Miliar di Jabar
“Implementasi AITIGA membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia sekaligus berkontribusi pada peningkatan perdagangan kawasan,” jelasnya.
Indonesia juga menekankan perlunya memperkuat hubungan perdagangan jangka panjang ASEAN-India. Selama ini, India dinilai telah menjadi mitra strategis yang berperan dalam menjaga stabilitas rantai pasok dan memperluas akses pasar bagi negara-negara ASEAN.
Review AITIGA diharapkan mampu mendorong peningkatan fasilitasi perdagangan, memperdalam integrasi ekonomi kawasan, sekaligus memperluas kesempatan bisnis lintas negara.
“Hal ini mempertegas komitmen Indonesia untuk mendorong agar tinjauan AITIGA menghasilkan peningkatan fasilitasi perdagangan, pendalaman integrasi ekonomi kawasan, serta perluasan peluang usaha bagi semua pihak,” tambah Roro.
India saat ini tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-8 bagi ASEAN. Posisi strategis ini memperlihatkan pentingnya hubungan ekonomi kedua belah pihak, terlebih di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan India pada 2023 mencapai USD29,18 miliar. Dari jumlah tersebut, Indonesia membukukan surplus perdagangan cukup besar, dengan nilai ekspor sebesar USD22,5 miliar dan impor sebesar USD6,66 miliar.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke India meliputi batu bara, minyak sawit, baja nirkarat (stainless steel), dan bijih tembaga. Produk-produk ini dinilai masih memiliki prospek cerah di pasar India, seiring dengan pertumbuhan kebutuhan energi dan industri di negara tersebut.
Dengan target penyelesaian review sebelum akhir 2025, ASEAN dan India optimistis kesepakatan baru AITIGA dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat konektivitas ekonomi regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








