Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Wamenekraf Dorong Pemberdayaan Perempuan
Hefriday | 29 September 2025, 14:48 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.
Menurutnya, keterlibatan perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak yang mampu melahirkan pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan.
“Memberdayakan perempuan di ekraf berarti menyalakan mesin pertumbuhan baru yang lebih merata. Perempuan tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa multiplier effect bagi keluarga, komunitas, dan ekonomi nasional,” ujar Irene di Bali, Senin (29/9/2025).
Dirinya menjelaskan, perempuan di sektor ekonomi kreatif bukan hanya penerima manfaat, melainkan juga agen perubahan yang dapat menghadirkan dampak luas.
Peran mereka terbukti mampu meningkatkan daya saing industri kreatif sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di level lokal maupun nasional.
Untuk itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus menginisiasi berbagai program yang dirancang khusus guna meningkatkan kapasitas, literasi, dan daya saing perempuan di sektor ekraf.
Salah satunya melalui program Emak-Emak Melek Teknologi (Emak-Emak Matic) yang difokuskan pada peningkatan literasi digital.
Program tersebut memberikan pelatihan keterampilan pemasaran daring, akses terhadap pembiayaan, hingga strategi mengembangkan usaha berbasis teknologi.
“Dengan begitu, perempuan bisa naik kelas dari skala rumah tangga menuju pelaku usaha mandiri,” jelas Irene.
Menurutnya, kepemimpinan perempuan memiliki karakteristik yang khas, yakni berangkat dari empati, kolaborasi, serta keberanian mengambil keputusan jangka panjang.
Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan kebijakan di sektor ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan peka terhadap distribusi manfaat.
“Kepemimpinan perempuan berangkat dari empati, kolaborasi, dan keberanian mengambil keputusan jangka panjang. Pendekatan ini membuat kebijakan di ekraf lebih peka terhadap distribusi manfaat, sehingga dampaknya lebih merata dan berkelanjutan,” katanya.
Forum Women on The Move 2025 yang digelar di Bali menghadirkan sejumlah perempuan pemimpin dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia keuangan, hingga industri kreatif.
Ajang tersebut menjadi ruang bagi para perempuan untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring, sekaligus merancang langkah konkret dalam memperluas kontribusi perempuan di bidang ekraf.
Irene menilai forum tersebut penting sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang bisa melahirkan solusi nyata.
“Women on The Move bisa menjadi momentum bagi perempuan pemimpin untuk menyampaikan gagasan, membangun jejaring, dan melakukan aksi nyata memperkuat peran perempuan sebagai motor perubahan,” tegasnya.
Kemenekraf berkomitmen memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan dengan menyasar lebih banyak komunitas, terutama di daerah.
Irene optimistis, jika perempuan diberi kesempatan dan akses yang setara, mereka akan menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








