Akurat
Pemprov Sumsel

Negosiasi dengan US FDA Soal Ekspor Perikanan RI, Menteri KP: Saya Kira Tak Ada Masalah

Hefriday | 10 Oktober 2025, 17:31 WIB
Negosiasi dengan US FDA Soal Ekspor Perikanan RI, Menteri KP: Saya Kira Tak Ada Masalah
 
AKURAT.CO Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono memastikan bahwa seluruh produk kelautan Indonesia, termasuk udang ekspor ke Amerika Serikat (AS), aman dari kontaminasi radiasi Radionuklida Cesium-137 (Cs-137).
 
Trenggono juga mengatakan hal tersebut, menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap isu dugaan kontaminasi radiasi pada sejumlah produk laut. Menurutnya, pemerintah telah melakukan langkah-langkah pengawasan dan pengujian ketat guna memastikan keamanan ekspor ke pasar internasional.
 
"Kita intens bicara dengan US FDA (Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat). Saat ini sedang dalam proses negosiasi, dan saya kira tidak ada masalah. Yang penting, kita meyakinkan bahwa udang yang dikirim ke sana sudah benar-benar terkontrol dan tidak mengandung radioaktif,” kata Trenggono di Jakarta, Jumat (10/10/2025). 
 
Trenggono menjelaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat koordinasi dengan US FDA untuk memastikan kesepahaman mengenai standar keamanan pangan. 
 
 
Kedua pihak bahkan telah sepakat menyusun nota kesepahaman (MoU) terkait sertifikasi keamanan produk udang. Dirinya menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekspor dan memperkuat kepercayaan pasar Amerika terhadap produk perikanan Indonesia.
 
"Kami ingin ada sistem yang lebih terintegrasi dan diakui kedua belah pihak. MoU ini akan menjadi jaminan bahwa ekspor udang Indonesia memenuhi standar keamanan tertinggi,” ujarnya.
 
US FDA, kata Trenggono, juga telah menyampaikan bahwa pasar AS tetap terbuka bagi produk udang asal Indonesia, selama memenuhi ketentuan keamanan pangan yang berlaku. 
 
Dengan demikian, isu dugaan kontaminasi tidak memengaruhi hubungan dagang kedua negara. "Tidak, tidak ada hubungannya dengan negosiasi tarif dagang. Ini murni soal keamanan produk dan kita sudah menangani dengan baik,” tegasnya.
 
Trenggono menambahkan, pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kualitas produk ekspor dengan memperketat pengawasan dari hulu ke hilir, termasuk sistem sertifikasi laboratorium yang diakui secara internasional.
 
Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Cs-137) yang dibentuk pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. 
 
Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan ekspor sekaligus melindungi masyarakat dari potensi paparan radiasi di dalam negeri.
 
Sebelumnya, Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas, Bara Krishna Hasibuan, menegaskan bahwa pemerintah menangani isu ini dengan prinsip cepat, transparan, dan ilmiah.
 
"Langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga, untuk menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga kepercayaan mitra dagang internasional terhadap produk Indonesia,” ujar Bara. 
 
Sebagai tindak lanjut, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan di sejumlah lokasi produksi dan pengolahan hasil laut. 
 
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak ada sumber kontaminasi radiasi yang dapat memengaruhi keamanan pangan.
 
Selain produk udang, BAPETEN juga menindaklanjuti laporan US FDA mengenai dugaan kontaminasi pada produk cengkeh asal Indonesia, dengan menerapkan protokol pengujian dan verifikasi di lapangan.
 
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan hasil pengujian laboratorium sejauh ini menunjukkan tidak ditemukan kandungan radiasi Cs-137 dalam produk perikanan ekspor. 
 
Indonesia, kata Trenggono, tetap berkomitmen memenuhi seluruh standar internasional untuk keamanan pangan laut.
 
"Seluruh ekspor perikanan kita, termasuk udang, telah melalui proses sertifikasi dan uji laboratorium berlapis. Kami memastikan semua produk aman dikonsumsi dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh negara tujuan,” jelasnya.
 
Trenggono menilai isu ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan mutu produk ekspor. Dirinya mengajak seluruh pelaku industri perikanan untuk meningkatkan transparansi dan kepatuhan terhadap standar keamanan global.
 
“Indonesia adalah salah satu eksportir utama udang dunia. Maka reputasi produk kita harus terus dijaga dengan memastikan rantai produksinya bersih, aman, dan berkelanjutan,” katanya.
 
Meski isu radiasi sempat mencuat, pemerintah memastikan hubungan dagang Indonesia–AS tetap kondusif. 
 
Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri juga turut mendukung diplomasi teknis agar kepercayaan pasar global terhadap produk kelautan Indonesia tetap kuat.
 
Trenggono menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan komunikasi aktif dengan seluruh mitra dagang internasional untuk memastikan ekspor perikanan Indonesia berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
 
Sebagai negara maritim besar, Indonesia berkomitmen mendukung sistem perdagangan pangan laut global yang aman dan berkelanjutan. Pemerintah juga akan memperkuat sinergi antara lembaga pengawasan domestik dengan otoritas luar negeri untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.
 
"Transparansi dan kerja sama menjadi kunci. Kami ingin memastikan bahwa dunia tahu, produk laut Indonesia aman, berkualitas, dan dihasilkan melalui proses yang bertanggung jawab,” tukas Trenggono.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa