Akurat
Pemprov Sumsel

Apresiasi Aktivitas Diplomasi Presiden Prabowo, Bos Kadin: Membuka Pasar Alternatif

Hefriday | 14 Oktober 2025, 17:56 WIB
Apresiasi Aktivitas Diplomasi Presiden Prabowo, Bos Kadin: Membuka Pasar Alternatif

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai rangkaian kunjungan kenegaraan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar bagi produk domestik dan memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah global.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut bahwa aktivitas diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo bukan sekadar lawatan seremonial, melainkan bagian dari strategi besar dalam membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha nasional. 
 
“Ini semua tidak tiba-tiba. Upaya beliau untuk membuka pasar alternatif serta memperluas diplomasi geopolitik dan ekonomi dilakukan secara terencana,” ujar Anindya usai menghadiri Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
 
Menurut Anindya, berbagai kunjungan kenegaraan tersebut telah menghasilkan sejumlah kesepakatan dagang strategis. 
 
Di antaranya, penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). 
 
 
Kedua perjanjian ini diyakini akan memperluas jangkauan ekspor Indonesia ke pasar internasional.
 
“Dalam waktu tiga minggu saja, kita berhasil menyelesaikan kesepakatan dengan Uni Eropa dan Kanada. Itu mencakup akses ke setengah miliar penduduk dan nilai ekonomi mencapai 25 triliun dolar AS. Ini pencapaian luar biasa,” kata Anindya.
 
Dirinya menilai langkah Presiden Prabowo membuka jalur diplomasi ekonomi baru memberikan peluang besar bagi sektor usaha nasional. 
 
Dengan pasar yang semakin luas, pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan ekspor, memperkuat industri manufaktur, dan memperluas lapangan kerja.
 
“Pasar yang sudah dibuka Presiden Prabowo harus dimanfaatkan oleh dunia usaha. Pemerintah juga sudah menyiapkan likuiditas dan insentif, tinggal bagaimana pelaku usaha mampu mengoptimalkannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya menambahkan.
 
Selama hampir satu tahun kepemimpinannya, Presiden Prabowo tercatat aktif melakukan diplomasi luar negeri. 
 
Berdasarkan catatan resmi pemerintah, hingga Oktober 2025, ia telah melakukan 15 kali kunjungan kenegaraan ke 24 negara, termasuk Malaysia, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Brasil, dan China.
 
Dalam sejumlah lawatan tersebut, Prabowo bertemu dengan berbagai pemimpin dunia seperti Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Donald Trump, Presiden China Xi Jinping, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, serta Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. 
 
Pertemuan-pertemuan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama ekonomi, investasi, dan pertahanan.
 
Kehadiran Prabowo di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada akhir September lalu juga menjadi sorotan internasional. 
 
Kehadirannya mengakhiri absensi kepala negara Indonesia dalam forum tertinggi PBB tersebut selama satu dekade terakhir. 
 
Momentum ini dinilai sebagai bentuk komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam isu-isu global, termasuk perdamaian, ketahanan pangan, dan transisi energi.
 
Anindya menegaskan, langkah diplomasi ekonomi yang ditempuh Presiden Prabowo menunjukkan arah kepemimpinan yang proaktif dan terbuka terhadap perubahan global. 
 
“Kadin melihat diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sebagai fondasi penting untuk menjadikan Indonesia pemain utama dalam rantai pasok global,” jelasnya.
 
Lebih lanjut, Kadin menilai keberhasilan diplomasi ini harus diimbangi dengan kesiapan sektor industri nasional. 
 
Peningkatan daya saing, efisiensi logistik, dan penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan peluang dari kerja sama ekonomi internasional tersebut secara maksimal.
 
Dengan langkah-langkah strategis yang telah dilakukan, Anindya optimistis bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat posisi ekonominya di tingkat global. 
 
“Kita sedang berada di era baru diplomasi ekonomi Indonesia. Ini saatnya dunia usaha bergerak cepat agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tukasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa