Koperasi Desa Digital, Pilar Baru Ekonomi Rakyat di Era Prabowo

AKURAT.CO Pemerintah mempercepat transformasi digital koperasi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop).
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita ke-6, yakni membangun ekonomi dari desa dan dari bawah.
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menyebut, digitalisasi koperasi merupakan kunci agar koperasi mampu bersaing dan berperan sebagai pelaku utama ekonomi nasional.
“Selama ini masyarakat desa hanya menjadi objek ekonomi. Kini, melalui Kopdes Merah Putih, mereka menjadi subjek yang memiliki badan usaha sendiri,” ujar Ferry di Jakarta.
Baca Juga: Link Resmi Pengumuman Kemenkop 2025: Cek Hasil Rekrutmen Business Assistant dan Jadwal Terbaru
Pemerintah telah meluncurkan 80 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia, dengan dukungan dari 18 kementerian/lembaga. Program ini diatur melalui Inpres No.9 Tahun 2025 dan Perpres No.9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa.
Dalam implementasinya, Kemenkop mengembangkan sistem pengumpulan data berbasis teknologi drone geospasial untuk memetakan potensi ekonomi desa.
Data ini mencakup 280 parameter yang akan digunakan untuk perencanaan dan pengembangan koperasi di tiap wilayah.
Kopdes Merah Putih juga diarahkan menjadi aggregator produk pertanian dan offtaker hasil panen. Koperasi akan dilengkapi fasilitas cold storage dan dryer untuk menjaga kualitas produk dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Meski demikian, Ferry mengakui tantangan besar masih dihadapi, terutama keterbatasan infrastruktur dasar seperti akses internet dan listrik di banyak desa.
Baca Juga: Digitalisasi Koperasi Desa, Kemenkop Genjot Program Kopdes Merah Putih
“Kami sedang berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mempercepat infrastruktur pendukung agar digitalisasi koperasi dapat berjalan efektif,” katanya.
Melalui langkah ini, Kemenkop berharap koperasi desa menjadi tulang punggung ekonomi baru, memperkuat kemandirian pangan, dan mendorong pemerataan ekonomi di tingkat akar rumput.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







