Kemenkop Dorong Biomassa Jadi Sumber Pendapatan Baru Desa

AKURAT.CO Kementerian Koperasi (Kemenkop) menilai kerja sama dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam pengembangan biomassa bukan hanya soal penyediaan energi bersih, tetapi juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Kolaborasi ini diyakini dapat menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan melalui koperasi.
Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop, Herbert H.O. Siagian, mengatakan biomassa selama ini dipandang hanya sebagai limbah tanpa nilai. Padahal, jika diolah dan dihimpun melalui koperasi, komoditas tersebut dapat menjadi produk bernilai ekonomis dan membuka lapangan kerja baru.
“Banyak komoditas biomassa ini yang selama ini dibuang begitu saja. Dengan adanya koperasi sebagai agregator, masyarakat bisa mengolahnya menjadi barang yang bernilai,” ujar Herbert di Jakarta.
Baca Juga: Kemenkop Rebranding Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Ia menambahkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berpotensi menjadi penggerak utama dalam rantai pasok biomassa. Koperasi akan menghimpun bahan baku dari warga hingga mencapai volume agregat yang dapat dipasok ke PLN EPI.
Menurut Herbert, mekanisme ini menjadi solusi berkelanjutan yang mampu memberikan additional income bagi masyarakat desa. “Masyarakat tidak hanya mendukung energi bersih, tetapi juga memperoleh pendapatan tambahan,” katanya.
Lebih jauh, pemanfaatan biomassa juga membuka peluang untuk mengatasi masih adanya sekitar 5.000–6.000 desa yang belum teraliri listrik. Ia menilai biomassa dapat menjadi energi alternatif yang lebih cepat dan lebih murah dihadirkan.
PLN EPI melalui Direktur Biomassa Hokkop Situngkir menyatakan kesiapan PLN memperkuat rantai pasok biomassa dari desa. Menurutnya, biomassa sangat dekat dengan aktivitas masyarakat dan menjadi peluang pemberdayaan ekonomi yang nyata.
Baca Juga: Gandeng Kejagung, Kemenkop Siap Awasi Koperasi Lewat Digital
“Komitmen ini memberikan dasar kuat bagi suplai biomassa yang terstruktur dan berkelanjutan. Ini kesempatan bagi koperasi untuk naik kelas,” kata Hokkop.
Kemenkop dan PLN EPI menargetkan proyek percontohan (piloting) dapat dimulai sebelum akhir tahun dengan melibatkan koperasi pemasok bahan baku biomassa di daerah. Kerja sama B2B tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








