AKURAT.CO Pemerintah menegaskan Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras seiring melonjaknya stok beras nasional pada awal tahun 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok awal beras mencapai 12,529 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan meningkat lebih dari 200 persen dalam dua tahun terakhir.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kuat kemandirian pangan nasional yang sepenuhnya bersumber dari produksi petani dalam negeri. Pemerintah pun optimistis ketahanan pangan Indonesia berada dalam kondisi sangat aman.
Baca Juga: Amankan Panen Raya Padi, Bulog Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas
“Indonesia telah mencapai swasembada beras. Ketersediaan beras nasional sangat kuat dan tidak bergantung pada impor,” ujar Ketut di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Dirinya menjelaskan, stok awal tahun 2026 berasal dari carry over stock atau sisa persediaan beras nasional tahun 2025. Lonjakan stok ini dinilai eksponensial dan menjadi indikator keberhasilan kebijakan pangan nasional dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang disusun Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait, stok beras nasional pada awal tahun dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Ketut menegaskan, sepanjang 2025 tidak terdapat pasokan beras dari luar negeri. Seluruh stok beras nasional murni berasal dari produksi domestik, baik dari petani maupun hasil penyerapan oleh Perum Bulog.
Dari total stok 12,529 juta ton, sebanyak 3,248 juta ton merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog. Sementara sisanya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan padi, pedagang, hingga sektor hotel, restoran, dan katering.
Secara historis, stok beras awal 2026 meningkat 203,05% dibandingkan stok awal 2024 yang hanya mencapai 4,134 juta ton. Sementara dibandingkan awal 2025 yang sebesar 8,402 juta ton, terjadi kenaikan sebesar 49,12%.
Baca Juga: Bulog Salurkan 51.211 Ton Jagung di 2025, Harga Pakan Ternak Terjaga
Ketut menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani, dukungan Kementerian Pertanian, serta kebijakan pemerintah dalam menjaga harga dan memperkuat penyerapan gabah.
“Sesuai arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, pemerintah memastikan tidak ada impor beras konsumsi maupun bahan baku industri pada 2026,” kata Ketut.
Kebijakan tanpa impor beras telah ditetapkan dalam Neraca Komoditas Tahun 2026 dan melanjutkan langkah serupa pada 2025. Pemerintah juga mendorong industri pangan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal.
Dengan asumsi kebutuhan konsumsi beras nasional sebesar 2,591 juta ton per bulan, stok awal 2026 diperkirakan mampu mencukupi hampir lima bulan kebutuhan masyarakat. Proyeksi produksi beras 2026 yang mencapai 34,7 juta ton turut memperkuat ketahanan stok hingga akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










