Lion Parcel Bidik Pertumbuhan Double Digit di Semester I-2026
Hefriday | 3 Februari 2026, 18:13 WIB

AKURAT.CO Perusahaan jasa pengiriman Lion Parcel tetap optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja dua digit pada semester pertama 2026, meski kondisi ekonomi dinilai masih menyimpan tantangan.
Optimisme tersebut merujuk pada capaian kinerja perusahaan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto mengungkapkan, pada semester pertama 2025 perusahaan sempat membukukan pertumbuhan sekitar 40%.
“Kalau berkaca dari tahun lalu, kami sempat menyebutkan pertumbuhan di semester pertama sekitar 40 persen, kurang lebih targetnya juga sama tahun ini. Kami cukup optimistis bisa mencapainya” kata Kenny di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurut Kenny, sejumlah indikator pasar mulai menunjukkan arah perbaikan setelah sempat mengalami perlambatan pada awal tahun. Ia menilai, momentum musiman akan menjadi faktor penting dalam mendorong volume pengiriman pada semester pertama.
Salah satu pendorong utama adalah periode Ramadan, yang secara historis identik dengan peningkatan aktivitas perdagangan. Kenaikan transaksi, terutama dari pelaku usaha dan penjual daring, diperkirakan berdampak langsung terhadap kebutuhan layanan logistik.
“Di Ramadan tahun ini kami yakin pertumbuhan akan terlihat jelas. Jadi secara keseluruhan kami masih sangat optimistis terhadap prospek kinerja 2026,” ujarnya.
Lonjakan permintaan pengiriman menjelang dan selama Ramadan umumnya dipicu oleh meningkatnya belanja masyarakat, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun pengiriman barang ke berbagai daerah. Situasi ini kerap menjadi periode puncak bagi pelaku industri logistik.
"Oleh sebab itu, kami melihat peluang tersebut sebagai ruang untuk menjaga tren pertumbuhan, sekaligus memperkuat posisinya di tengah kompetisi industri jasa pengiriman yang semakin ketat," ucapnya kembali.
"Oleh sebab itu, kami melihat peluang tersebut sebagai ruang untuk menjaga tren pertumbuhan, sekaligus memperkuat posisinya di tengah kompetisi industri jasa pengiriman yang semakin ketat," ucapnya kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









