Pemerintah Klaim Deal Dagang Indonesia-Amerika Serikat Final, Siap Diteken!

AKURAT.CO Pemerintah memastikan negosiasi perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menuntaskan seluruh substansi kesepakatan.
Proses saat ini tinggal menyisakan tahapan administratif berupa pemeriksaan akhir dokumen sebelum penandatanganan resmi.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan, bahwa pembahasan inti telah selesai dan kini memasuki tahap legal scrubbing, yakni proses verifikasi aspek hukum dan redaksional dokumen kesepakatan.
“Kan sudah selesai, substansinya sudah selesai. Legal scrubbing sekarang,” ujar Busan, panggilan akrab Mendag, di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Kemendag Ajak HIPMI Export Center Buka Akses Pengusaha Lokal ke Pasar Global
Busan menjelaskan, legal scrubbing merupakan prosedur standar dalam perundingan internasional untuk memastikan tidak ada celah hukum maupun ketidaksesuaian redaksional sebelum dokumen diteken kedua negara. Meski demikian, pemerintah belum membuka rincian poin-poin kesepakatan yang telah dicapai.
“Ya nanti kita tunggu saja, lagi diproses,” katanya.
Kesepakatan yang dimaksud adalah agreement on reciprocal trade (ART), yang negosiasinya telah berlangsung sejak 2025. Penandatanganan ART dijadwalkan dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.
Dalam agenda tersebut, Prabowo dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan pelaku usaha AS, Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP), serta pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump.
Baca Juga: Kemendag: HR Kakao Februari Naik, Dipicu Bursa dan Permintaan Global
Secara garis besar, Indonesia berkomitmen membuka akses pasar bagi produk-produk AS, menyederhanakan hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial lainnya.
Sebagai imbal balik, AS akan memberikan pengecualian tarif untuk sejumlah komoditas unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di Negeri Paman Sam. Komoditas tersebut antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, serta sejumlah produk strategis lainnya.
Jika terealisasi, ART berpotensi menjadi tonggak baru dalam hubungan dagang bilateral RI-AS, terutama dalam memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan kepastian usaha di tengah dinamika proteksionisme global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









