PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Untuk Pembangkit Listrik Masih Aman

AKURAT.CO PT PLN (Persero) memastikan ketersediaan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik atau PLTU dalam kondisi aman dan terkendali.
Adapun, Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengungkapkan bahwa sebagian besar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) saat ini belum memenuhi standar Hari Operasi Pembangkit (HOP) sebesar 25 hari.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo menyampaikan bahwa perseroan baru saja memperoleh kepastian pasokan batu bara untuk PLN maupun Independent Power Producer (IPP).
Baca Juga: Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLN Aman, Bahlil: Sampai April No Issue
“Jadi teman-teman sekalian saya ingin klarifikasi bahwa ketersediaan batu bara kita sangat memadai, karena kami PLN baru saja mendapatkan kepastian penugasan terhadap delapan pemasok utama batu bara untuk PLN dan IPP,” kata Rizal di Kementerian ESDM dikutip, Rabu (4/3/2026).
Adapun delapan perusahaan yang ditugaskan memasok batu bara tersebut yakni Adaro Indonesia, PT Arutmin Indonesia, PT Berau Coal, PT Kaltim Prima Coal, PT Kideco Jaya Agung, PT Multi Harapan Utama, PT Indominco Mandiri, serta PT Bukit Asam Tbk.
Rizal menyampaikan, total pasokan yang akan dikirimkan mencapai sekitar 84 juta metrik ton. Volume tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangkit hingga akhir Agustus 2026.
“Artinya ini cukup sampai dengan bulan Agustus akhir nanti, jadi HOP kita akan membaik di beberapa pembangkit dan kita harapkan bahwa sebelum lebaran batu bara sudah akan sampai ke seluruh pembangkit,” ujarnya.
Terkait isu penurunan hari operasi pembangkit (HOP) yang sempat disebut hanya berada di level 10 hari dari idealnya 25 hari, Rizal menegaskan kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan masalah cadangan.
Menurutnya, HOP harus dilihat dari stabilitas pasokan yang terus berjalan. Selama suplai batu bara masuk secara konsisten dan tidak mengalami tren penurunan signifikan, maka operasional pembangkit tetap aman.
“Kalau dibilang HOP 10 hari, itu kan posisinya dia berjalan terus, yang penting stabil dan berjalan terus. Kalau misalnya 1 tahun, HOP 10 hari 10 hari tetapi dia tidak mundur, jadi 9 jadi 8 turun jadi 7 jadi 6,” tutur Rizal.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tidak ada berkurangnya pasokan batu bara untuk sistem kelistrikan atau untuk pembangkit listrik.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, sampai dengan bulan April pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman.
“Untuk kebutuhan PLN, teman-teman media dan seluruh rakyat Indonesia, saya memastikan bahwa sampai dengan bulan Maret, April, no issue. Karena kita mengikuti terus perkembangan kebutuhan batu bara terhadap PLN,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










