Akurat
Pemprov Sumsel

KAI Prediksi 24 Maret Jadi Puncak Arus Balik

Esha Tri Wahyuni | 22 Maret 2026, 21:39 WIB
KAI Prediksi 24 Maret Jadi Puncak Arus Balik
ilustrasi mudik menggunakan kereta api

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 atau H+3 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Lonjakan penumpang diperkirakan mencapai rata-rata 50 ribu orang per hari yang kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada tren pergerakan penumpang selama periode arus balik yang berlangsung pada 23 hingga 29 Maret 2026.

“Sementara, untuk angka tertinggi (periode arus balik) di tanggal 24 Maret,” ujar Franoto di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Baca Juga: Kereta Api Kerakyatan Diluncurkan, Harga Tiket Lebih Murah Tapi Kualitas Meningkat

Dirinya menjelaskan, rata-rata volume kedatangan harian selama periode tersebut mencapai sekitar 50 ribu penumpang yang tersebar di sejumlah stasiun utama.

“Angka ini (50 ribu) adalah (rata-rata kedatangan di) Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan stasiun-stasiun lainnya, seperti Jatinegara, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Jadi, total rata-rata per harinya sekitar 50 ribu penumpang yang balik ke wilayah Daop 1 Jakarta,” kata Franoto.

Data aktual menunjukkan mobilitas arus balik mulai meningkat sejak H+1 Lebaran. Hingga pukul 09.00 WIB pada Minggu, tercatat sebanyak 41.663 penumpang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta, sementara jumlah penumpang yang berangkat mencapai 41.754 orang. Angka ini mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat pasca-Lebaran yang relatif seimbang antara arus datang dan berangkat.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 1 Jakarta menambah kapasitas layanan dengan mengoperasikan 20 perjalanan kereta api tambahan. Rinciannya, 13 perjalanan tambahan diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasar Senen.

“Kereta api tambahan ada 13 perjalanan keberangkatan dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasarsenen. Jadi, totalnya 20 perjalanan kereta api tambahan, sampai tanggal 1 April,” ujar Franoto.

Dalam konteks historis, puncak arus balik Lebaran umumnya terjadi pada H+2 hingga H+4 setelah Hari Raya, seiring berakhirnya masa cuti bersama dan kembalinya aktivitas kerja serta pendidikan. Data KAI pada periode mudik tahun-tahun sebelumnya juga menunjukkan tren peningkatan signifikan pada rentang waktu tersebut, terutama di wilayah operasional padat seperti Daop 1 Jakarta.

Baca Juga: Siap War! Ini Tips Beli Tiket Kereta Api agar Dapat Harga Terbaik

Lonjakan mobilitas ini memiliki implikasi langsung terhadap kepadatan transportasi dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Tingginya jumlah penumpang yang kembali ke Jakarta berpotensi meningkatkan permintaan layanan transportasi lanjutan, seperti angkutan kota dan transportasi daring, serta berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun.

KAI juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama periode arus balik, khususnya terkait aktivitas penjemputan di stasiun. Franoto mengimbau agar penjemput tidak menggunakan kendaraan roda empat di area Stasiun Pasar Senen.

“Kami mengimbau kepada penjemput penumpang agar tidak menggunakan kendaraan roda empat dikarenakan kapasitas parkir di Stasiun Pasarsenen ini terbatas, sehingga dapat mengganggu atau memengaruhi kelancaran dari alur kendaraan,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.