Akurat
Pemprov Sumsel

Rekor Baru, Tiket KAI Terjual Lebih dari 4,49 Juta Kursi di Periode Lebaran 2026

Esha Tri Wahyuni | 23 Maret 2026, 17:48 WIB
Rekor Baru, Tiket KAI Terjual Lebih dari 4,49 Juta Kursi di Periode Lebaran 2026
Stasiun KAI dipadati penumpang Lebaran 2026

AKURAT.CO Lonjakan penumpang kereta api pada arus balik Lebaran 2026 mencatatkan rekor baru. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan penjualan tiket angkutan Lebaran telah menembus lebih dari 4 juta tiket hingga 23 Maret 2026 pukul 09.00 WIB.

Tingginya angka ini menegaskan tren bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan mudik dan arus balik Lebaran.

Data KAI menunjukkan, total tiket yang terjual mencapai 4.028.839 atau setara 89,6% dari total kapasitas 4.498.696 kursi yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Baca Juga: KAI Prediksi 24 Maret Jadi Puncak Arus Balik

Meski demikian, masih tersedia sekitar 469.857 kursi yang bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya untuk perjalanan arus balik.

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran, tetapi juga menunjukkan perubahan preferensi transportasi ke moda yang lebih nyaman, terjadwal, dan relatif bebas dari kemacetan.

Puncak arus penumpang terjadi pada 22 Maret 2026, di mana jumlah pelanggan kereta api jarak jauh mencapai 242.773 orang. Angka ini melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia, dengan tingkat okupansi mencapai 150,7%.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa angka okupansi di atas 100% merupakan hal yang wajar dalam sistem operasional kereta api.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” ujar Anne dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Dengan sistem tersebut, satu kursi bisa ditempati oleh beberapa penumpang dalam rute berbeda, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan kapasitas.

Kereta Api Jarak Jauh Nyaris Penuh, Lokal Masih Tersedia

Secara rinci, penjualan tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) hampir mencapai titik maksimal. Hingga 23 Maret 2026, tiket yang terjual mencapai 3.507.988 atau 98,2% dari total kapasitas 3.571.760 kursi. Artinya, hanya tersisa sekitar 63.772 kursi yang masih tersedia.

Sementara itu, untuk kereta api lokal, tingkat keterisian masih relatif rendah dibandingkan KAJJ. Penjualan tiket KA lokal tercatat sebanyak 520.851 atau 56,2% dari total kapasitas 926.936 kursi. Dengan demikian, masih tersedia 406.085 kursi yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat.

KAI menyebut, tren penjualan tiket KA lokal biasanya meningkat mendekati hari keberangkatan karena sistem pemesanan yang baru dibuka mulai H-7.

Tren Penumpang Naik Signifikan Sejak Pertengahan Maret

Lonjakan jumlah penumpang tidak terjadi secara tiba-tiba. Data menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak 11 Maret hingga 22 Maret 2026.

Pada awal periode, jumlah penumpang masih berada di angka 101.617 orang dengan okupansi 63,7%. Namun, angka ini terus meningkat setiap harinya hingga mencapai puncak lebih dari 242 ribu penumpang.

Anne Purba menegaskan bahwa tren ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.

“Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” jelasnya.

Daftar Kereta Favorit Selama Lebaran 2026

Di tengah tingginya permintaan, sejumlah kereta api tercatat menjadi favorit masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Beberapa di antaranya adalah KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa dan KA Jayakarta.

Tingginya minat terhadap kereta-kereta tersebut menunjukkan pola perjalanan masyarakat yang didominasi rute jarak menengah hingga jauh, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra.

Meski sebagian besar tiket telah terjual, KAI memastikan masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket arus balik. Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain memilih tanggal keberangkatan alternatif, menggunakan rute perjalanan berbeda, memanfaatkan layanan connecting train hingga memesan tiket lebih fleksibel

KAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada satu jadwal atau rute tertentu, mengingat sistem perjalanan kereta api memungkinkan kombinasi perjalanan yang lebih variatif.

Pergerakan Penumpang Masih Tinggi di 23 Maret

Memasuki 23 Maret 2026, volume penumpang masih menunjukkan angka tinggi. Hingga pagi hari, sebanyak 222.948 pelanggan kereta api jarak jauh telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara mencapai 139,1%.

Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung hingga mendekati waktu keberangkatan.

Data terbaru KAI menegaskan bahwa kereta api menjadi moda transportasi unggulan pada arus balik Lebaran 2026. Tingginya okupansi hingga menembus 150% menunjukkan permintaan yang sangat kuat, sekaligus efektivitas sistem operasional yang mampu mengakomodasi lonjakan penumpang.

Dengan sisa kursi yang masih tersedia, masyarakat diimbau segera merencanakan perjalanan arus balik secara matang agar mendapatkan jadwal dan rute terbaik.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutur Anne.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.