Amran: Indonesia Jadi Rujukan Dunia dalam Swasembada Pangan

AKURAT.CO Indonesia semakin menguat sebagai pemain kunci dalam sektor pangan global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia kini menjadi rujukan dunia dalam pengelolaan pangan, terutama terkait swasembada beras dan strategi agribisnis terintegrasi.
Sejumlah negara maju seperti Jepang, Kanada, hingga Belarus bahkan datang langsung untuk mempelajari sistem pertanian Indonesia.
Capaian ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta geopolitik pangan dunia.
Baca Juga: Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Krisis Pangan Global
Di tengah ancaman krisis pangan global, isu seperti impor beras, hilirisasi komoditas, hingga ekspor beras menjadi kata kunci penting yang terus dicari publik.
Kondisi ini membuat strategi swasembada pangan Indonesia relevan, baik untuk kebutuhan domestik maupun sebagai referensi global.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, bahwa banyak negara kini menjadikan Indonesia sebagai referensi dalam pengelolaan sektor pangan.
“Banyak negara datang belajar ke Indonesia, mulai dari Jepang, Kanada, hingga Belarus. Ini bukti bahwa kita berada di jalur yang benar menuju swasembada pangan,” ujarnya dalam pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Makassar, Kamis (26/3/2026).
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran posisi Indonesia dari negara berkembang menjadi role model dalam sistem pangan berkelanjutan. Dalam konteks global, negara yang mampu menjaga ketahanan pangan memiliki leverage ekonomi dan politik yang lebih kuat.
Meski capaian positif terus diraih, pemerintah tetap mengingatkan adanya risiko krisis pangan global yang dapat berdampak langsung pada stabilitas nasional.
Menurut Andi Amran Sulaiman, ketergantungan pada impor menjadi salah satu titik rawan yang harus diantisipasi.
“Krisis pangan adalah ancaman nyata. Ketergantungan impor tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga tekanan politik. Satu juta ton impor beras bisa membawa tekanan besar dari negara pengekspor,” tegasnya.
Pernyataan ini memperkuat urgensi swasembada pangan sebagai strategi jangka panjang, bukan sekadar target produksi tahunan.
Pemerintah tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mendorong hilirisasi komoditas pertanian sebagai sumber nilai tambah ekonomi.
Baca Juga: Jutaan Lapangan Kerja Disiapkan, Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa hilirisasi kelapa memiliki potensi ekonomi hingga Rp5.000 triliun. Sementara itu, komoditas gambir juga memiliki potensi serupa jika dikelola secara optimal.
Hilirisasi menjadi strategi penting karena mampu:
Meningkatkan nilai ekspor
Mengurangi ketergantungan bahan mentah
Menciptakan lapangan kerja baru
Selain itu, Indonesia juga telah menguasai pasar global minyak kelapa sawit (CPO), memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri agribisnis dunia.
Dalam perkembangan terbaru, Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan mengekspor 10.000 ton beras ke Palestina.
Langkah ini menjadi simbol bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan global.
Ekspor tersebut juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang memiliki kapasitas produksi surplus serta solidaritas internasional di sektor pangan.
Di balik berbagai capaian tersebut, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kerja nyata sebagai fondasi keberhasilan.
“Doa tanpa tindakan adalah nol. Sukses itu tidak gratis. Kita harus bersatu dan bekerja nyata,” ujarnya.
Pesan ini menegaskan bahwa transformasi sektor pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menutup pernyataannya, Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan pilar utama kekuatan bangsa.
Dirinya mengajak pelaku usaha, khususnya komunitas saudagar Bugis Makassar, untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











