Akurat
Pemprov Sumsel

Kementerian ESDM Kawal 2 Kapal Pertamina Melintas Selat Hormuz

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 30 Maret 2026, 09:30 WIB
Kementerian ESDM Kawal 2 Kapal Pertamina Melintas Selat Hormuz
Kementerian ESDM dan Kemlu intensif berkoordinasi memastikan dua kapal Pertamina aman melintas Selat Hormuz demi menjaga pasokan BBM nasional.

AKURAT.CO Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama pihak-pihak terkait terus memperkuat koordinasi guna mendukung proses pelintasan dua kapal Pertamina yang berada di kawasan Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran proses tersebut, sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

"Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah," kata Anggi dikutip dari laman ESDM, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap RKAB Batu Bara Tetap, Relaksasi Terukur Disiapkan

Untuk menjaga ketahanan pasokan BBM dalam negeri, Anggia mengatakan bahwa Pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah.

“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri,” ujarnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19% atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi.

Selebihnya, pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai sumber, antara lain Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina International Shipping (PIS) buka suara perihal kelanjutan dua kapal tanker milik mereka yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.

Baca Juga: Menteri ESDM Ajak Masyarakat Hemat Gas LPG: Pakai Energi dengan Bijak

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mengintensifkan pembahasan teknis terkait rencana pelintasan dua kapal di kawasan Selat Hormuz.

“PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata Vega kepada Akurat, Sabtu (28/3/2026).

Vega melanjut, kedua kapal tersebut saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia sambil menunggu kepastian prosedur pelayaran yang aman di tengah dinamika kawasan.

Menurut Vega, pembahasan teknis mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengaturan jalur pelayaran, jaminan keamanan, hingga koordinasi dengan otoritas setempat guna meminimalkan potensi risiko selama pelintasan.

“​Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.