PalmCo Salurkan TJSL Rp5,5 Miliar ke 115 Titik pada Triwulan I 2026

AKURAT.CO Subholding perkebunan kelapa sawit milik negara, PTPN IV PalmCo, menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) lebih dari Rp5,5 miliar sepanjang triwulan I 2026. Bantuan tersebut menjangkau sedikitnya 115 titik di Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan percepatan realisasi TJSL sejak awal tahun menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan dampak langsung ke masyarakat.
“Sama seperti sebelumnya, bantuan TJSL sudah didistribusikan sejak awal tahun dan akan terus berkesinambungan. Tentunya kami ingin untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” ujar Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: PTPN Sulap Limbah Sawit Jadi Produk Ekspor
Program TJSL tersebut mencakup berbagai sektor, antara lain penanganan dampak bencana, intervensi stunting, dukungan sarana ibadah dan fasilitas sosial, penguatan UMKM, serta perbaikan infrastruktur dasar dan pendidikan.
Jatmiko menambahkan, percepatan eksekusi menjadi fokus utama manajemen, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di daerah.
“Kami ingin memastikan respons yang tanggap, baik untuk pemulihan pascabencana, percepatan penurunan stunting, maupun mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.
Program TJSL merupakan mandat yang diatur dalam kebijakan Kementerian BUMN sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, BUMN didorong untuk memperkuat peran sosial melalui program yang terukur dan berdampak langsung, termasuk mendukung agenda nasional seperti penurunan stunting dan pemulihan ekonomi daerah.
Berdasarkan data pemerintah, prevalensi stunting nasional masih menjadi perhatian dengan target penurunan hingga 14% sesuai strategi nasional percepatan penurunan stunting. Di sisi lain, pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan juga masih berlangsung hingga awal 2026.
Baca Juga: PTPN IV Perkuat Pengendalian Keuangan Lewat Sistem ICoFR
Di tingkat daerah, bantuan PalmCo dinilai mempercepat penanganan kebutuhan mendesak. Di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, misalnya, dukungan perusahaan membantu rehabilitasi fasilitas pendidikan yang sebelumnya rusak akibat kebakaran.
Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafarudin, menyebut bantuan tersebut mampu memangkas proses birokrasi.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan pembangunan kembali sekolah yang terbakar. Jika melalui APBD, prosesnya cukup panjang. Dengan dukungan ini, penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Selain itu, program juga menyasar kelompok rentan. Di Pekanbaru, bantuan pendidikan diberikan kepada SLB Negeri Sri Mujinab. Kepala sekolah, Natta Riviana, mengatakan dukungan tersebut berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar.
“Kami merasa sangat terbantu, apalagi perhatian ini ditunjukkan langsung oleh pimpinan perusahaan yang hadir ke lokasi,” katanya.
Sementara di Aceh, tepatnya di Kecamatan Langsa Baro, program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting turut dijalankan. Kepala UPTD Puskesmas setempat, Zuliani, menyebut bantuan tersebut membantu pemenuhan gizi anak.
“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk balita kurang gizi dan akan berlanjut beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











