Penumpang KA PSO Tembus 4,65 Juta pada Triwulan I 2026, Naik 13,9%

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil melayani 4.659.678 pelanggan melalui layanan kereta api dengan skema Public Service Obligation (PSO) selama Triwulan-I 2026.
Adapun, angka ini meningkat 13,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.090.500 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan bahwa layanan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitasnya dengan harga yang terjangkau.
“Di balik angka-angka ini, ada perjalanan orang tua yang berangkat lebih pagi, mahasiswa yang mengejar cita-cita, hingga tenaga kesehatan yang tetap bergerak pada malam hari. Kereta api menjadi bagian dari perjalanan mereka,” kata Anne dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: PT KAI Buka Rekrutmen Besar-besaran, Lulusan SMA hingga S1 Siap-siap Melamar
Layanan PSO yang dikelola KAI mencakup perjalanan jarak jauh dan lokal, dengan total 2.956.097 pelanggan pada KA Jarak Jauh PSO serta 1.703.581 pelanggan pada KA Lokal PSO sepanjang Triwulan-I 2026.
Keterhubungan ini membuka akses antarwilayah dengan biaya yang tetap terjangkau, sehingga semakin banyak masyarakat dapat menjangkau berbagai pusat aktivitas.
Pergerakan ini semakin terasa di kawasan perkotaan. Layanan KAI Commuter mencatat 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11% dibandingkan Triwulan I-2025.
Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, tumbuh 22,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mobilitas harian masyarakat terus terjaga, dari pagi hingga malam hari, mengikuti ritme kota yang tidak pernah benar-benar berhenti.
Perjalanan menuju bandara pun semakin mudah dijangkau. Pada Triwulan-I 2026, layanan PSO yang dikelola KAI Bandara dimanfaatkan oleh 1.527.622 pelanggan, meningkat 10,14% dibandingkan tahun lalu.
Perjalanan dari Yogyakarta menuju Bandara YIA serta layanan di Sumatera Utara melalui KA Srilelawangsa menjadi bagian dari konektivitas yang semakin memperluas akses masyarakat.
Secara keseluruhan, lebih dari 115,32 juta pelanggan menikmati layanan berbasis PSO di KAI Group selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka ini mencerminkan pergerakan masyarakat yang terus tumbuh dan kebutuhan akan transportasi yang tetap terjangkau.
Anne menambahkan bahwa layanan PSO ini merupakan bagian dari kehadiran pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dalam menjaga masyarakat agar tetap memiliki akses transportasi yang terjangkau.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah. Melalui dukungan ini, semakin banyak masyarakat yang bisa tetap bergerak menjalankan aktivitasnya dengan biaya yang lebih terjangkau,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








