Hadapi El Nino, Bulog Percepat Serapan Gabah hingga Juli 2026

AKURAT.CO Perum Bulog mempercepat penyerapan gabah petani secara nasional guna mengamankan target 4 juta ton beras pada 2026, di tengah potensi dampak El Nino dan ketidakpastian geopolitik global.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, seluruh jajaran wilayah dan cabang diminta memaksimalkan momentum panen raya yang berlangsung hingga Juli.
“Kami mendorong para pimpinan wilayah dan cabang Bulog seluruh tanah air agar memaksimalkan panen di awal-awal ini sampai bulan Juli 2026,” ujar Rizal di Jakarta, Senin (13/4/2026) Malam.
Baca Juga: Bulog Optimistis Target 4 Juta Ton Beras Tembus Juli 2026
Data internal Bulog mencatat hingga 13 April 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 1,9 juta ton beras atau sekitar 48,7% dari target nasional 4 juta ton.
Sementara itu, stok beras Bulog tercatat sebesar 4,727 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat seiring percepatan serapan di lapangan.
Rizal menjelaskan, periode Juni–Juli yang diperkirakan menjadi puncak El Nino justru bertepatan dengan masa panen raya di sejumlah sentra produksi padi nasional. Kondisi cuaca panas dinilai memberikan keuntungan tambahan bagi petani.
“Kondisi panas saat panen membantu proses pengeringan gabah sehingga kualitas hasil panen lebih baik dan siap diserap,” katanya.
Fenomena El Nino secara historis berdampak pada penurunan produksi pangan akibat berkurangnya curah hujan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino sebelumnya pada 2015 dan 2019 menyebabkan tekanan terhadap produksi padi dan kenaikan harga pangan di sejumlah wilayah.
Kondisi ini diperparah oleh dinamika geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan internasional. Dalam konteks tersebut, pemerintah memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) sebagai instrumen stabilisasi.
Baca Juga: Bulog Pastikan Serap 4 Juta Ton Gabah 2026, Stok Beras Capai 4,4 Juta Ton
Langkah percepatan serapan gabah oleh Bulog juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pangan nasional melalui penguatan stok domestik.
Percepatan penyerapan gabah dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen. Dengan stok yang kuat, Bulog memiliki ruang lebih besar untuk melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar dan distribusi bantuan pangan.
Selain itu, penyerapan optimal pada musim panen turut menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil. Hal ini penting untuk mempertahankan insentif produksi di tengah risiko iklim.
Rizal menegaskan, intensitas kerja Bulog saat ini ditingkatkan untuk memastikan target tercapai. “Kami meningkatkan intensitas kerja hampir tanpa hari libur demi memastikan proses penyerapan dan pengelolaan beras berjalan optimal,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan El Nino, Bulog memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kementerian dan lembaga terkait, BUMN pangan, serta BMKG. Selain itu, Bulog juga membentuk command center untuk memantau dinamika global dan kondisi iklim secara real time.
Di sisi pengawasan, Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan rutin memantau harga serta melakukan operasi pasar guna menjaga stabilitas.
Rizal optimistis target 4 juta ton dapat tercapai dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan. “Dengan kerja keras dan solidaritas seluruh jajaran, kami optimistis target penyerapan tercapai sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











