PLN NP Percepat Energi Hijau, 25 PLTU Sudah Co-Firing Biomassa

AKURAT.CO PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, khususnya untuk menopang kawasan industri strategis.
Sebagai subholding pembangkitan terbesar di Indonesia, PLN NP saat ini mengelola kapasitas pembangkit sebesar 18,3 GW yang tersebar di seluruh Tanah Air.
Dengan komposisi energi berbasis sumber daya domestik yang kuat, perusahaan memastikan sistem kelistrikan tetap andal dan siap menghadapi tekanan eksternal.
Baca Juga: PLN NP Teken MoU CCUS, Indonesia Dibidik Jadi Basis Ekspor Global
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa situasi global saat ini justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
“Di tengah tekanan geopolitik global, kami memastikan pasokan listrik tetap andal dengan mengoptimalkan energi domestik dan mempercepat digitalisasi pembangkit. Kami ingin pasokan energi yang terpercaya, harga yang pasti, energi yang terjangkau, dan semakin bersih. Karena itu, energi baru terbarukan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” kata Ruly dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
PLN NP mengandalkan batu bara dan gas sebagai tulang punggung (backbone) pembangkitan, guna mengurangi ketergantungan terhadap energi impor yang rentan terhadap fluktuasi global.
Di sisi lain, efisiensi terus ditingkatkan melalui pengendalian Specific Fuel Consumption (SFC) serta optimalisasi heat rate untuk menjaga biaya pembangkitan tetap kompetitif.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengedepankan pendekatan berbasis teknologi melalui implementasi redictive maintenance dan digital monitoring secara real-time.
Baca Juga: PLN NP Siapkan 14,1 Gigawatt Listrik Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
“Inisiatif ini diwujudkan melalui pengembangan smart power plant dan Nusantara Control Center (NuCC), yang mampu menekan downtime, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respons terhadap gangguan,” ujarnya.
Untuk memastikan kesiapan energi primer, PLN NP juga mengintegrasikan sistemnya dengan aplikasi manajemen energi korporat serta menjalin koordinasi intensif dengan pemasok gas dan bahan bakar lainnya.
Dalam jangka panjang, PLN NP terus mempercepat transisi energi sebagai bagian dari strategi menuju green generation company.
Hingga saat ini, sebanyak 25 unit PLTU telah mengimplementasikan co-firing biomassa sebagai langkah awal menuju pembangkitan rendah karbon.
Selain itu, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta sistem hybrid berbasis Battery Energy Storage System (BESS) juga terus didorong guna menjawab tantangan intermitensi energi baru terbarukan sekaligus meningkatkan fleksibilitas sistem.
PLN NP juga memastikan kesiapan sistem dalam menghadapi perubahan pola konsumsi listrik, termasuk pertumbuhan kendaraan listrik (EV). Fokus perusahaan tidak hanya pada penambahan kapasitas, tetapi juga pada kualitas dan fleksibilitas pasokan listrik.
“Melalui berbagai langkah strategis tersebut, PLN Nusantara Power menegaskan perannya sebagai tulang punggung penyedia energi listrik nasional yang andal, efisien, dan berkelanjutan,” tutur Rully.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









