Dampak Sektor Digital Besar, Pemerintah Diminta Jaga Ekosistem Ride Hailing

AKURAT.CO Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai sektor transportasi online memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia, terutama kaitannya dalam menciptakan lapangan kerja, menjaga daya beli masyarakat, dan menghubungkan konsumen dengan UMKM.
Dalam acara soft launching Tutur Media di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (7/4), Wijayanto mengatakan bahwa memang benar sektor manufaktur harus terus didorong.
Namun, karena persoalan ekonomi Indonesia juga bersifat struktural dan membutuhkan waktu untuk pulih, sektor-sektor lain yang mampu menjadi penyangga ekonomi masyarakat tetap perlu dijaga, salah satunya adalah sektor transportasi online.
“Ini memang sektor transportasi online itu sangat impactful, sangat influential. Kami baru saja melakukan studi yang sangat komprehensif, ini menciptakan tenaga kerja langsung 2,9 juta, kalau ditambah yang tidak langsung bisa 5,7 juta. Ini luar biasa pada saat masyarakat butuh daya beli, pada saat masyarakat butuh lapangan kerja,” kata Wijayanto.
Ia kemudian mengatakan dampak ekonomi sektor ride-hailing tidak hanya langsung, tetapi juga karena perannya sebagai penghubung antara konsumen dan UMKM, yang pada akhirnya mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dan yang kita tidak boleh lupakan adalah dampak ekonomi ride-hailing ini tidak hanya langsung, karena mereka juga menjadi konektor antara konsumen, kemudian UMKM, dan seterusnya, sehingga mereka mengkoneksi konsumen dengan UMKM. Ada transaksi, ada supply, ada demand, ada aktivitas ekonomi, sehingga ini menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Oleh karena itu, Wijayanto menilai pemerintah perlu menjaga agar ekosistem transportasi online tetap tumbuh dengan stabil. Menurut dia, regulasi harus fleksibel agar mampu mengikuti perubahan teknologi dan inovasi yang sangat dinamis.
“Kadang-kadang regulasi pemerintah itu tidak cukup cepat meng-capture atau memfasilitasi inovasi tersebut, jadi regulasi harus fleksibel,” ucapnya.
Wijayanto juga menilai kekuatan utama sektor ini justru terletak pada fleksibilitas dan rendahnya hambatan masuk, sehingga dapat menampung masyarakat yang membutuhkan tambahan penghasilan. Karena itu, ia mengingatkan agar keunggulan tersebut tidak hilang akibat kebijakan yang terlalu kaku.
“Nilai lebih dari sektor ini justru harus dipertahankan, jangan dihilangkan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang rigid,” katanya.
Wijayanto menambahkan, saat ini menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang mendukung stabilitas dan fairness bagi ekosistem transportasi online.
“Jadi ini timing yang tepat bagi pemerintah untuk mewujudkan kebijakan yang pro stabilitas dan fairness ekosistem ini,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






