PLN Siapkan Proyek HVDC, Interkoneksi Sumatra-Jawa Dipercepat

AKURAT.CO Pemerintah dan PT PLN (Persero) telah merencanakan dua proyek transmisi HVDC (High Voltage Direct Current) utama dalam dekade mendatang sebagai bagian dari RUPTL 2025-2034 yang bertujuan untuk meningkatkan integrasi energi terbarukan.
Menyikapi hal tersebut, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menggandeng CIGRE Indonesia (Conseil International des Grands Réseaux Électriques) menyelenggarakan Workshop bertajuk "HVDC Transmission: Indonesia’s Green Enabling Interconnection".
Ketua Umum MKI, Suroso Isnandar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran strategis MKI sebagai platform penghubung semua pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan dalam memperkuat kolaborasi untuk memastikan transisi energi dapat tercapai secara terkoordinasi dan berkelanjutan.
Baca Juga: PLN NP Percepat Energi Hijau, 25 PLTU Sudah Co-Firing Biomassa
Suroso pun menyoroti pentingnya konektivitas antar pulau seperti Sumatra dan Jawa.
"Interkoneksi ini bukan lagi wacana, tetapi kebutuhan krusial untuk mendukung transisi energi dan memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional," kata Suroso dalam workshop HVDC dikutip, Selasa (21/4/2026).
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo yang membuka gelaran workshop HVDC ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, masa depan energi Indonesia harus bertumpu pada pemanfaatan sumber daya domestik yang efisien dan berkelanjutan.
"Dengan semangat kebersamaan, kita bisa menciptakan masa depan energi yang lebih baik. Kita ingin menghadirkan energi yang lebih terjangkau, mendorong investasi lebih besar, serta mempercepat pembangunan nasional," ujar Darmawan.
Pernyataan ini selaras dengan proyeksi pemerintah yang memperkirakan investasi di sektor ketenagalistrikan akan melampaui USD500 miliar untuk mendukung target transisi energi.
Darmawan Prasodjo juga sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan jaringan transmisi sepanjang sekitar 48.000 kilometer sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional, untuk menjembatani ketimpangan antara lokasi sumber energi terbarukan (umumnya di daerah terpencil) dan pusat permintaan listrik (di kawasan ekonomi utama).
Baca Juga: PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang, Serap 2.500 Tenaga Kerja
Proyek interkoneksi Sumatra-Jawa yang menggunakan teknologi HVDC, dengan panjang sirkuit 112 kilometer, menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah yang saat ini sedang dalam tahap persiapan.
Adapun, workshop yang digelar oleh MKI menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku industri, regulator, hingga pemangku kepentingan global untuk membahas peran teknologi HVDC sebagai tulang punggung interkoneksi listrik hijau di Indonesia.
Workshop yang diikuti oleh 221 peserta ini, merupakan salah satu langkah strategis dalam menyambut renana pemerintah dalam meningkatkan sistem elektrifikasi yang andal di Tanah Air.
Workshop ini menghadirkan beberapa sesi, yakni sesi Lecture yang langsung disampaikan oleh President of CIGRE, Prof. Dr. Konstantin Papailiou, yang menjabarkan A-to-Z tentang HVDC dan rekomendasi implementasinya untuk Indonesia
Sesi dilanjutkan dengan perspektif sektor (Technical Session) yang menghadirkan technology leader seperti GE Vernova, Hitachi Energy, Siemens Energy, State Grid Power Indonesia, serta PLN sebagai pengelola sektor ketenagalistrikan di Indonesia.
Melengkapi isu penerapan HVDC, pada kegiatan ini juga ditampilkan sesi mengenai skema bisnis inovatif untuk pengembangan proyek HVDC, termasuk opsi pendanaan berbasis swasta yang dipaparkan oleh PLN, serta perspektif dari Kansai Electric Power Indonesia, Voksel, dan KEPCO.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










