Kementerian ESDM Genjot Proyek PLTS Nasional Usai Ekspor Panel Surya ke AS Terdampak Tarif

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan respons atas kebijakan tarif terbaru Amerika Serikat terhadap produk panel surya asal Indonesia.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengatakan pemerintah saat ini masih menghitung besaran volume ekspor panel surya ke Amerika Serikat yang terdampak kebijakan tersebut. Selain itu, pemerintah juga mengkaji seberapa besar pengaruh tarif terhadap industri domestik.
“Jadi kita juga melihat itu volume yang diekspor ke Amerika itu berapa, dan yang dikenakan tarif itu kira-kira berapa banyak itu volumenya,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: 102 Proyek PLTS Disiapkan, Koperasi Jadi Kunci Transisi Energi
Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan strategi yaitu percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar. Yuliot mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
“Kemudian yang ini, arahan dari Presiden itu bagaimana kita juga mempercepat untuk PLTS 100 gigawatt untuk kebutuhan dalam negeri, jadi ink akan berimbang,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, pemerintah memprioritaskan pengembangan kapasitas sebesar 17 GW. Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap perincian oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE). “Itu yang saya sampaikan lagi dirinci oleh Ditjen EBTKE,” tutur Yuliot.
Adapun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor hingga ratusan persen terhadap produk panel surya dari Indonesia, India, dan Laos, menurut Departemen Perdagangan AS.
Dalam pernyataannya, Departemen Perdagangan AS mengumumkan tarif sementara sebesar 125,87% untuk produk panel surya India. Kemudian, bea masuk imbalan (countervailing duty) dalam rentang 86 hingga 143% dikenakan pada panel surya Indonesia, dan Laos pada taraf 81%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









