Terancam Batal, Kementerian ESDM Tetap Upayakan Impor Migas dari AS

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal kelanjutan rencana impor minyak dan gas dari Amerika Serikat (AS). Adapun, rencana impor migas dari AS menjadi salah satu kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS pada Juli lalu yang terancam batal.
Wamen ESDM, Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa Kemenko Perekonomian akan mengundang seluruh kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian ESDM guna membahas kelanjutan dari kesepakatan dagang tersebut.
"Yang ini kan lagi dikurasikan sama Kemenko Perkonomian. Jadi nanti Kemenko Perkonomian akan mengajak duduk bersama seluruh kementerian lembaga terkait, ya termasuk ESDM," kata Yuliot di Kementerian ESDM dikutip, Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: Pasokan Masih Cukup, ESDM Tegaskan Indonesia Belum Ingin Impor LNG dari AS
Meski demikian, Yuliot mengharapkan, komitmen dengan Amerika Serikat terkait impor migas tetap akan dijalankan. “Tapi kami dari ESDM itu tetap apa yang sudah dikomitmenkan untuk kita impor dari AS itu tetap akan kita upayakan,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah menargetkan penyelesaian negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dapat dirampungkan pada akhir 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga
Airlangga mengatakan pertemuan tersebut membahas kelanjutan kesepakatan tarif resiprokal yang sebelumnya telah masuk dalam Leaders Declaration pada 22 Juli. Untuk mempercepat proses, delegasi Indonesia dijadwalkan kembali terbang ke Washington pekan depan.
“Kita sepakat untuk menyelesaikan apa yang sudah disepakati oleh Leaders Declaration. Harapannya di akhir tahun kita bisa selesaikan apa yang sudah kita mulai,” ujarnya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Menurut Airlangga, hasil pertemuan dengan Greer sudah dilaporkannya langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat pagi. Dirinya menyebut Presiden memberikan perhatian khusus agar negosiasi tersebut dipastikan tuntas sesuai target.
“Presiden meminta negosiasi tarif dengan AS dapat diselesaikan di akhir tahun 2025, selagi tetap mengedepankan kepentingan bersama bagi kedua negara,” kata Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









