Pertamina NRE Buka Akses Kredit Karbon Lewat Livin’ Mandiri

AKURAT.CO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggandeng sektor perbankan dan platform karbon untuk membuka akses masyarakat terhadap kredit karbon melalui aplikasi digital.
Langkah ini menjadi terobosan baru dalam memperluas partisipasi individu dalam pasar karbon Indonesia.
Direktur SDM & Penunjang Bisnis Pertamina NRE, A.A.A. Indira Pratyaksa menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi krisis iklim.
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng CRecTech Kembangkan Fasilitas Biogas ke Biometanol di Sei Mangkei
“Perubahan iklim bukan lagi isu jangka panjang, dampaknya sudah kita rasakan hari ini. Karena itu, aksi harus dimulai sekarang dan melibatkan semua pihak,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Kolaborasi ini melibatkan IDXCarbon, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, serta Jejakin melalui kampanye “AKU NET-ZERO HERO”.
Dalam skema tersebut, kredit karbon diintegrasikan ke fitur Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri, memungkinkan nasabah melakukan carbon offset secara langsung.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang membuat kontribusi individu menjadi lebih mudah, terukur, dan terhubung langsung dengan dampak nyata di lapangan,” kata Indira.
Indonesia menargetkan Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat, sebagaimana tertuang dalam komitmen pemerintah dan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah telah meluncurkan bursa karbon nasional melalui IDXCarbon pada 2023. Hingga 2025, nilai transaksi karbon domestik masih tergolong terbatas dan didominasi pelaku korporasi.
Pertamina NRE sebelumnya menjadi pelopor dengan memperdagangkan kredit karbon dari proyek panas bumi Lahendong Unit 5 dan 6. Kini, perusahaan kembali menerbitkan kredit karbon dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di KEK Sei Mangkei.
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng USGBC Kembangkan Ekosistem Bioetanol di Indonesia
“Ketika seseorang melakukan offsetting, sesungguhnya ia sedang mendukung proyek nyata seperti pengolahan limbah menjadi energi di Sei Mangkei,” ujar Indira.
Integrasi kredit karbon ke aplikasi perbankan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi dan partisipasi publik. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kontribusi sektor individu dalam pengurangan emisi masih minim dibanding sektor industri.
Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat langsung berkontribusi melalui transaksi kecil yang terukur. Skema carbon offset memungkinkan individu mengompensasi emisi dari aktivitas sehari-hari, seperti transportasi dan konsumsi energi.
Selain itu, langkah ini berpotensi memperluas likuiditas pasar karbon domestik yang saat ini masih dalam tahap awal pengembangan. Keterlibatan sektor perbankan juga membuka peluang integrasi dengan ekosistem keuangan berkelanjutan (sustainable finance).
Peluncuran kampanye ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem karbon nasional yang inklusif. Pertamina NRE menargetkan peningkatan kesadaran publik sekaligus memperluas basis pengguna kredit karbon.
“Dengan menghadirkan akses yang lebih luas kepada masyarakat, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif publik dalam menjawab tantangan global menuju target Net Zero Emission Indonesia 2060,” kata Indira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










